Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pantau Kesiapan Suplai Energi selama Lebaran, Transaksi SPKLU Diprediksi Melonjak Lima Kali Lipat

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 26 Maret 2025 | 03:55 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Surabaya, Jawa Timur dan memantau kesiapan suplai energi untuk Lebaran
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Surabaya, Jawa Timur dan memantau kesiapan suplai energi untuk Lebaran

RADAR BOGOR – Suplai energi selama momen Idul Fitri 1446 Hijriyah menjadi perhatian utama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 

Selasa (25/3), Bahlil Lahadalia datang ke Jawa Timur untuk memantau kesiapan BBM, LPG dan listrik untuk berbagai kebutuhan selama Lebaran.

Termasuk, kebutuhan untuk mobil listrik atau electric vehicle (EV) yang jumlahnya terus bertambah.

Bahlil Lahadalia menjelaskan, pihaknya datang untuk memastikan bahwa stok maupun kualitas produk energi di Jatim sudah sesuai.

Bahlil Lahadalia berkeliling ke berbagai fasilitas energi di Surabaya.

Mulai dari pangkalan LPG, SPBU, jaringan gas bumi, hingga infrastruktur kelistrikan.

’’Saya periksa LPG dan timbangannya sudah benar dan sesuai HET (harga eceran tertinggi). Saya juga sudah cek bahwa RON dan volume dari BBM seperti pertalite dan pertamax sudah sesuai,’’ terangnya di Surabaya.

Soal pasokan, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa elpiji sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Jatim selama 23 hari.

Begitu juga dengan BBM, jaringan gas bumi, maupun bahan baku pembangkitan PLN sudah mempunya stok cadangan sepanjang 20 hari ke depan.

Dari sisi kelistrikan, Bahlil Lahadalia mengecek kesiapan suplai provinsi. Menurut dia, neraca listrik di Jawa Timur masih sangat aman.

Dengan kapasitas terpasang 10 Gigawatt (GW), beban puncak untuk wilayah Jatim hanya mencapai 6,5 GW.

Bahkan, di puncak momen Lebaran konsumsi listrik bisa turun hingga 4,6 GW.

’’Jadi, saat puncak Lebaran, cadangannya masih 53 persen. Jadi semuanya aman,’’ katanya.

Tahun ini, lanjut dia, pemerintah memang harus menambahkan satu lagi kebutuhan yang diantisipasi.

Yakni, kebutuhan mobil listrik. Data PLN menyebutkan bahwa proyeksi pemudik yang menggunakan EV roda empat naik lima kali lipat.

Dari hanya 555 kendaraan menjadi 2,775 kendaraan.

Selaras dengan tren tersebut, transaksi SPKLU selama Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 7.526 pengisian.

Angka itu lima kali lipat dari realisasi transaksi SPKLU pada Lebaran tahun lalu sebanyak 1.525 pengisian.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan meningkatkan jumlah SPKLU menjadi 3.500 unit secara nasional.

Di Jawa Timur sendiri, PLN sudah mempunyai 339 unit SPKLU yang sebagian besar tersebar di jalur mudik.

Angka tersebut tumbuh enam kali lipat dibanding jumlah SPKLU saat Idul Fitri tahun lalu yakni 57 unit.

Dengan jumlah tersebut, jarak antara SPKLU menjadi lebih dekat.

Dulunya, jarak antar SPKLU dihitung mencapai 44 kilometer.

Kali ini, jaraknya mencapai 26 kilometer.

Sementara itu, PTH Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menegaskan kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam menghadapi arus mudik Lebaran di seluruh Indonesia.

Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM selama musim mudik, Pertamina Patra Niaga secara nasional telah menyiapkan 1.832 SPBU Siaga.

Pihaknya juga mengerahkan 57 unit Kiosk Pertamina Siaga atau SPBU Modular di lokasi-lokasi yang tidak memiliki SPBU. (bil/dio)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #lpg #pln #bahlil lahadalia #lebaran