Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Imbas Presiden Amerika Serikat Donald Trump Naikkan Tarif Impor termasuk Untuk Indonesia, Tiongkok Mengecam sedangkan Prancis Siapkan Aksi Balasan

Siti Dewi Yanti • Jumat, 4 April 2025 | 07:04 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

RADAR BOGOR – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kebijakan kontroversial.

Donald Trump mematok tarif impor tinggi untuk produk dari sejumlah negara yang masuk ke Amerika Serikat.

Donald Trump bahkan memberlakukan tarif resiprokal atau imbal balik pada negara-negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

Kebijakan itu membuat sejumlah negara menyiapkan aksi balasan.

Mereka bersiap menaikkan tarif untuk produk-produk AS yang masuk.

Bertempat di Taman Mawar Gedung Putih, Donald Trump menabuh genderang perang kepada ekonomi global pada 2 April waktu Amerika Serikat.

’’Tanggal 2 April 2025 akan selalu dikenang sebagai hari ketika industri Amerika terlahir kembali, hari ketika takdir Amerika diperjuangkan kembali, dan hari ketika kita mulai membuat Amerika menjadi kaya kembali,’’ ujar Donald Trump.

Dalam pidato yang berapi-api, Donald Trump berjanji membawa Amerika Serikat kembali ke jalur yang benar.

Donald Trump mengklaim bahwa kebijakan perdagangan yang diterapkan selama ini telah merugikan negara tersebut.

’’Selama beberapa dekade, Amerika telah dijarah, dirampok, dan diperkosa oleh mitra dagangnya. Ini tidak akan terjadi lagi,’’ tegas Donald Trump.

Donald Trump menggambarkan hari bersejarah itu sebagai momen untuk mengenakan tarif resiprokal.

Donald Trump mengenakan tarif dasar minimum 10 persen untuk seluruh mitra dagangnya serta tarif tambahan yang bisa disebut sebagai hukuman untuk negara-negara tertentu yang dianggapnya menipu AS, termasuk Tiongkok, Uni Eropa, dan Taiwan.

’’Tiongkok mengenakan biaya 67 persen pada kami, kami akan mengenakan biaya 34 persen. Uni Eropa mengenakan biaya 39 persen, sekarang kami akan mengenakan biaya 20 persen,’’ kata Donald Trump sambil menunjukkan grafik yang menggambarkan ketidakadilan tarif yang dikenakan terhadap Amerika Serikat.

Donald Trump menyebutkan, kebijakan tarif ini bertujuan untuk mengembalikan kekuatan industri manufaktur Amerika Serikat.

Donald Trump juga menggarisbawahi bahwa kebijakan tersebut akan menghidupkan kembali ekonomi domestik dan meningkatkan lapangan pekerjaan.

’’Kami akan memberikan pertumbuhan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya,’’ tambahnya.

Itu selaras dengan jargon yang diyakininya akan mengembalikan masa keemasan AS: Make America Great Again atau Make America Wealthy Again.

Di tengah pidatonya, Donald Trump juga membanggakan keberhasilan kebijakan tarif sebelumnya.

Salah satunya tarif tambahan pada impor baja dan aluminium serta tarif 20 persen untuk impor energi dari Kanada.

Donald Trump berpendapat bahwa tarif-tarif ini telah memengaruhi kebijakan perdagangan negara-negara lain.

Selain itu, memberi posisi tawar yang lebih kuat bagi Amerika Serikat dalam perundingan perdagangan internasional.

Kebijakan Donald Trump ini memicu reaksi dari berbagai negara.

Para pemimpin Eropa mengecam kebijakan anyar ini dan menyiapkan tindakan balasan sembari membuka peluang untuk negosiasi ulang.

’’Pungutan ini merupakan pukulan besar bagi ekonomi dunia,’’ kata Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen.

Leyen juga optimistis akan ada peluang untuk negosiasi.

Tujuannya tentu agar tidak terjadi kegaduhan untuk menanggapi dampak dari kebijakan ini.

Juru Bicara Pemerintah Prancis Sophie Primas menyatakan, Presiden Emmanuel Macron akan bertemu dengan kepala sektor yang terdampak kebijakan tarif Amerika Serikat ini.

’’Kami siap untuk perang dagang dan berencana menyerang layanan daring,’’ ungkapnya.

Tiongkok juga menentang kebijakan Trump ini.

Melalui Kementerian Perdagangan, pemerintah Tiongkok menyebut Amerika Serikat tidak mematuhi aturan perdagangan internasional.

Mereka mendesak Gedung Putih untuk membatalkan kebijakan ini. (dee/lyn/oni)

Editor : Siti Dewi Yanti
#bogor #impor #amerika serikat #donald trump