Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Libur Lebaran 2025, Okupansi Hotel di Kota Bogor Tercatat Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya

Omer Ritonga • Minggu, 6 April 2025 | 18:14 WIB
Savero Style Bogor, salah satu hotel di Kota Bogor dengan okupansi capai 90 persen.
Savero Style Bogor, salah satu hotel di Kota Bogor dengan okupansi capai 90 persen.

RADAR BOGOR - Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bogor Raya dan PHRl Kota Bogor, mencatat okupansi penginapan di Bogor hampir penuh selama Liburan Lebaran 2025.

Okupansi hotel di Bogor lebih baik dibandingkan diawal kebijakan efisiensi anggaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga 40 - 50 persen.

Dibandingkan dengan periode sama, libur Lebaran tahun lalu okupansi hotal stagnan dengan rata-rata dikisaran 80 -92 persen.

Tahun ini, beberapa hotel bahkan merasakan tingkat okupansi mendekati angka sempurna, 97 persen.

Ketua IHGMA Bogor Raya, Sri Endah menyebut rata-rata tingkat keterisian hunian penginapan hotel dan villa di Kota Bogor pada libur Lebaran tahun ini rata-rata di atas 90 persen.

Tingginya tingkat keterisian hunian tersebut pun melebihi capaian pada libur Nataru 2025, Imlek dan Isra Miraj, hanya mencapai 50-70 persen.

"Alhamdulillah full terus. Dari hari ke pertama lebaran sampai Sabtu malam. City occupancy 97 persen. Beberapa hotel tingkat keterisian hunian mencapai 100 persen," ujar Sri Endah.

Peningkatan mulai dari Lebaran pertama, diangka 85 persen. Tak hanya Endah, beberapa GM Hotel di Kota Bogor juga menuturkan hal yang sama.

Seperti GM Savero Style, Firman menuturkan sejak libur Lebaran hingga Minggu (6/4/2025) sangat bagus dan selalu di angka 90 persen. "Bagus dari awal liburan. Ga tau besok," ucap Firman.

Endah juga menilai kunjungan wisatawan ke Bogor masih berpusat di destinasi wisata di kuliner dan kunjungan ke Kebun Raya Bogor.

Karena itu, tingkat keterisian hunian di sekitar wilayah yang tidak terlalu jauh dari pusat kuliner dan tempat wisata Bogor cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

Selama liburan, Endah menyebut banyak yang menwarkan berbagai paket menginap, baik kamar hotel maupun dari F & B.

Endah mengimbau kepada manajemen hotel yang ada di Bogor dapat menyesuaikan harga dan layanan yang diberikan, sebagai salah satu hal untuk menarik tamu. Harga dan peningkatan fasilitas serta layanan harus disesuaikan.

Dia pun mengimbau agar manajemen hotel menerapkan pelayanan prima kepada wisatawan agar kenyamanan wisatawan dapat terjaga.

Lebih lanjut, menurut Endah meski okupansi hotel tinggi, lama tinggal wisatawan (length of stay) selama long weekend tidak terlalu tinggi. Wisatawan masih menginap di Kota Bogor selama 2 hari satu malam.

Dia pun berharap agar lama tinggal wisatawan di Bogor tahun ini dapat meningkat. Endah mendorong Pemkot dan Pemkab Bogor menggencarkan promosi dan kerjasama dengan pelaku pariwisata lain untuk mempromosikan potensi wisata di Bogor. (mer)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #hotel #okupansi