RADAR BOGOR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, mencatat tingkat hunian hotel saat libur Lebaran tahun ini rata-rata 65-70 persen.
Tingkat hunian hotel di Kabupaten Bogor ini menurun sebesar 10-20 persen dibandingkan periode sama Lebaran 2024.
Lebaran tahun lalu tingkat keterisian kamar hotel kelas bintang maupun hotel melati rata-rata 80 persen, dan tahun ini turun menjadi 65 persen," kata Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto kepada Radar Bogor, Senin (7/4/2025).
Boboy melihat kondisi tersebut disebabkan beberapa hal. Diantaranya, karena melemahnya perekonomian nasional yang berdampak pada turunnya daya beli, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Kalau sebelumnya wisata jadi kebutuhan sekunder, tapi sekarang karena daya beli turun, mungkin jadi kebutuhan tersier. Jangankan berwisata apalagi menginap di hotel, buat belanja saja dikurangi," terangnya.
Menurutnya, meskipun libur Lebaran tahun ini lebih panjang, namun tidak mendongkrak tingkat keterisian kamar hotel di Kabupaten Bogor.
Salah satunya hotel di kawasan Puncak yang biasanya menjadi tempat favorit para pelancong, kini relatif sepi tamu.
"Dulu ketika liburnya panjang, wisatawan bisa menginap sampai 3 hari. Tapi sekarang cuma sehari, itu juga jumlah k¹eterisian kamar hotel menurun. Ceuk urang mah karena hese duit (menurut saya susah uang)," ujarnya.
Selain itu, dengan masa libur yang panjang, masyarakat banyak memilih berlibur ke kampung halaman ketimbang menginap di hotel. (mer)
Editor : Alpin.