Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengusaha UMKM Aksesoris Fashion Asal Lombok NTB Ini Berhasil Tembus Pasar Internasional Berkat Pemberdayaan BRI

Yosep Awaludin • Rabu, 9 April 2025 | 10:27 WIB
Mahayusi, pengusaha UMKM aksesoris mutiara asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mahayusi, pengusaha UMKM aksesoris mutiara asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

RADAR BOGOR—Kisah perajin UMKM aksesoris mutiara asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahayusi, menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki kemampuan untuk masuk ke pasar internasional.

Pembiayaan dan pendampingan dari perbankan, seperti yang diberikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, berkontribusi pada keberhasilan UMKM aksesoris ini.

Mahayusi kini mampu meraih keuntungan jutaan rupiah dan menjangkau pasar global melalui merek "I Love Mutiara" yang didirikannya sejak 2011. Namun, perjalanan bisnis aksesorisnya kadang-kadang tidak lancar.

Mahayusi sempat berusaha di bidang dekorasi rumah sebelum memulai bisnis aksesoris mutiara. Namun, upaya itu tidak bertahan lama.

Mahayusi belajar dari pengalaman itu bahwa keberlanjutan pasar sangat penting saat memilih jenis bisnis.

Dengan pemahaman baru ini, dia dapat mengembangkan produknya sehingga orang di dalam dan di luar negeri tahu tentangnya.

"Aksesoris mutiara memiliki daya tarik abadi, terutama bagi kaum perempuan yang selalu ingin tampil berbeda dalam setiap kesempatan. Di bisnis ini, saya bisa bertahan karena memang perempuan selalu butuh aksesori," katanya.

Tergantung pada kualitas dan kualitas unik masing-masing mutiara, Mahayusi menawarkan produk dengan rentang harga yang sangat beragam, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp75 juta, sebagai bagian dari rencana untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Alhamdulillah, ada kemajuan yang cukup besar. Mahayusi mengatakan bahwa produk kapal pesiar kadang-kadang dapat 300 hingga 500 dolar AS.

Selain itu, untuk lebih mengenal pelanggan, dia menggunakan pendekatan penjualan yang lebih personal dengan membuka gerai offline di Pasar Seni Senggigi di Lombok, dan secara teratur menjual barangnya kepada wisatawan kapal pesiar yang bersandar di Lombok.

Mahayusi memilih untuk menggunakan strategi penjualan offline karena dia ingin melayani pelanggan secara langsung dan memberi mereka kesempatan untuk melihat dan memilih mutiara dengan karakteristik yang mereka inginkan.

Dia juga menceritakan bahwa setelah 14 tahun menjalankan perusahaan I Love Mutiara, dia semakin tertarik untuk memperluas usaha tersebut.

Pada akhirnya, pada akhir 2024, dia memutuskan untuk bergabung sebagai mitra UMKM binaan BRI.

Dengan jaringan yang luas dan pengalaman yang luas dalam membantu usaha kecil dan menengah (UMKM), BRI dikenal sebagai bank yang paling berpengalaman dalam hal ini.

Meskipun baru bergabung sekitar tiga bulan, Mahayusi mengatakan dia sudah merasakan manfaat program kemitraan BRI, termasuk kesempatan untuk mengikuti pameran BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Normalnya, untuk mengikuti program UMKM, kami harus memiliki pinjaman terlebih dahulu. Namun, di BRI, tidak demikian.

"Untuk mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) ini, misalnya. Alhamdulillah, saya langsung lolos kurasi meskipun belum mengajukan pinjaman," tuturnya.

Mahayusi menggunakan ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 sebagai momentum penting untuk memperluas jaringan bisnisnya dan bekerja sama dengan mitra baru. Dia optimis bahwa mutiara Lombok akan semakin dikenal di dalam dan luar negeri.

Seperti yang diketahui, BRI berencana mengadakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 untuk mendukung lebih banyak UMKM binaan untuk naik kelas.

Acara tersebut berlangsung di ICE BSD City dari 30 Januari hingga 2 Februari 2025, dan menarik lebih dari 69 ribu orang.

Ada transaksi lebih dari Rp40 miliar, dan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta, atau sekitar Rp1,5 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Agustya Hendy Bernadi, Sekretaris Umum BRI, menyatakan bahwa BRI akan terus berkomitmen untuk melayani dan memberdayakan pelaku UMKM.

"Kami percaya, UMKM Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di kancah global dan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia menjadi lebih tangguh," katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #Aksesoris