Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Amerika Serikat Minta Delegasi Indonesia Susun Proposal Penawaran Dagang, Kesepakatan Ditarget Bisa Tercapai Dalam 60 Hari

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 21 April 2025 | 04:55 WIB
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan USTR, Jamieson Greer.
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan USTR, Jamieson Greer.

RADAR BOGOR – Negosiasi dagang antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah bertemu dengan jajaran pimpinan United States Trade Representative (USTR).

Negosiasi selanjutnya dengan United States Secretary of Commerce Howard Lutnick.

Sebelum Indonesia, ada beberapa negara lain seperti Jepang dan Argentina yang bertemu dan melakukan negosiasi mengenai tarif impor Amerika Serikat tersebut.

Indonesia termasuk salah satu dari sedikit negara yang langsung diterima oleh pemerintah Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump telah menugaskan Secretary Lutnick, Ambassador Greer (USTR), dan Scott Bessent (Secretary of Treasury) sebagai Pejabat AS yang bertanggung jawab dan menangani kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.

Department of Commerce (DoC) merupakan kementerian di Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi dan urusan perdagangan.

Tugas DoC, antara lain, meningkatkan perdagangan internasional dan membantu bisnis AS bersaing di pasar global, serta mempromosikan perdagangan yang adil.

Dalam konteks tarif AS, DoC yang merumuskan kebijakan besar mengenai tarif (bagian dari kebijakan perdagangan internasional Amerika Serikat).

Sedangkan pelaksanaan teknis negosiasi tarif menjadi tugas dari USTR.

Airlangga mengapresiasi pemerintah Amerika Serikat yang menyambut baik pertemuan dengan delegasi RI.

’’Menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan berimbang,’’ ujar Airlangga.

Indonesia menyampaikan penawaran konkret untuk meningkatkan pembelian dan impor dari Amerika Serikat untuk menyeimbangkan defisit perdagangan.

Antara lain, pembelian produk energi (crude oil, elpiji, dan gasoline) serta peningkatan impor produk pertanian dari Amerika Serikat (soybeans, soybeans meal dan wheat) yang memang sangat dibutuhkan dan tidak diproduksi di Indonesia.

’’Kami juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk kerja sama di bidang critical minerals, dukungan investasi Amerika Serikat dan juga komitmen untuk menyelesaikan permasalahan Non-Tariff Barrier (NTB) yang menjadi concern pengusaha AS di Indonesia,’’ imbuh Airlangga.

Secretary Lutnick menilai tawaran Indonesia sangat konkret dan menguntungkan kedua negara.

Kondisi itu berbeda dengan beberapa negara lain yang juga baru saja mengajukan proposal, dan belum diterima oleh pihak Amerika Serikat.

Lutnick juga sependapat dengan rencana target negosiasi yang akan diselesaikan dalam 60 hari ke depan.

Dia juga menyarankan agar delegasi RI langsung menyusun jadwal pembahasan teknis secara detail dengan pihak DoC dan USTR.

’’Kami mengapresiasi langkah konkret Indonesia untuk melakukan negosiasi tarif. Ke depan, Amerika Serikat dan Indonesia akan terus melanjutkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan,’’ jelas Lutnick.

Pelaku pasar global tengah mencermati dinamika negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah mitra strategisnya.

Terutama dengan Tiongkok. Potensi pembicaraan lanjutan kedua negara itu memberi angin segar bagi pasar keuangan dunia.

"Indikasi kemajuan negosiasi dagang plus potensi pembicaraan AS dengan Tiongkok menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan," kata analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos, Minggu (20/4).

Selain negosiasi dagang, arah kebijakan bank sentral utama menjadi variabel penting dalam pembentukan sentimen pasar.

The Federal Reserve (The Fed) tampaknya bakal menahan diri untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Namun, ketidakpastian meningkat setelah muncul kabar bahwa Trump ingin mengganti Jerome Powell dari kursi Gubernur bank sentral Amerika Serikat itu.

"Ini akan merusak kepercayaan di pasar Amerika Serikat," imbuh dosen Magister Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya itu.

Di Eropa, lanjut dia, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point (bps) menjadi 2,25 persen.

Keputusan tersebut untuk mendukung pemulihan ekonomi kawasan yang saat ini tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.

Meski demikian, optimisme dari pernyataan Presiden Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memberikan sedikit harapan.

Hanya saja kunci utama tetap pada arah kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok akan mengurangi penurunan prospek pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Co-Founder PasaRDana itu.

Hans menilai, harga emas masih menarik, tapi waspada terhadap koreksi jangka pendek.

Harga emas global masih berada dalam tren naik akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Namun, terdapat potensi koreksi pasca kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

"Harga emas akan sangat tergantung kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya, khususnya Tiongkok. Hal ini akan sangat memengaruhi ketidakpastian ekonomi global dan indeks dolar AS (USD)," beber Hans.

Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada peluang Indonesia menjalin kesepakatan dagang yang lebih baik dengan Amerika Serikat.

Hans optimistis Indonesia akan lebih mudah menjalin kerja sama perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.

"Kami perkirakan Indonesia relatif lebih mudah mendapatkan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat," ucapnya.

Di sisi lain, rencana BPJS Ketenagakerjaan untuk menambah porsi investasi di instrumen saham menjadi faktor pendukung bagi penguatan pasar modal.

Per Februari 2025, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 790,8 triliun dengan porsi 6,41 persen di instrumen saham.

Jauh lebih rendah dibandingkan 2021 yang mencapai 15,9 persen.

Hans memperkirakan, Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur yang dijadwalkan pada Rabu mendatang (23/4).

Kebijakan yang stabil dan sentimen positif dari faktor eksternal membuat Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang menguat sepekan ke depan.

"Dengan support di level 6.400 sampai 6.149 dan resistance di 6.510 hingga 6.632," terangnya. (dee/han/oni)

 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #indonesia #perdagangan #airlangga hartarto #amerika serikat