RADAR BOGOR - Perilaku konsumtif bisa menguras uang, namun juga dapat menimbulkan persoalan yang serius. Jenis kebiasaan ini dapat mengakibatkan terlilit hutang dengan bunga yang tinggi. Nah, agar tidak terjebak pinjaman daring atau online, simak tips hidup tenang berikut ini.
Seseorang dengan perilaku konsumtif dapat terkena utang konsumtif, ketika uang yang dipakai menggunakan hutang untuk membeli barang-barang yang tidak mampu dibeli secara tunai.
Perilaku impulsif kerap saja terjadi terhadap seseorang yang konsumtif untuk memenuhi gaya hidup.
Baca Juga: Pemerintah Sediakan Seribu Unit Rumah Subsidi untuk Ojol dan Wartawan, Ini Syarat dan Lokasinya
Utang konsumtif dapat saja seperti hutang kartu kredit, pinjalam inline atau paylater untuk membeli gawai baru. Utang seperti ini kerap dibebankan dengan bunga yang melambung tinggi dengan dibebani keuangan dalam jangka panjang.
Uutang konsumtif tak hanya membebani secara finansial, tetapi berpotensi menimbulkan persoalan keuangan yang serius. Ketika suku bunga melonjak tinggi bunga yang dibayar juga ikut bertambah, jauh lebih besar dari pokok hutangnya. Begini 7 tips agar tidak terlilit utang pinjaman daring alias online.
- Pertimbangkan Rasio Utang dan Pendapatan
Apabila memilih untuk membeli barang dengan berhutang, pikirkan terlebih dahulu antara porsi utang dan pendapatan agar keuangan yang seimbang dengan pengeluaran. Jika memaksakan berhutang pertimbangkan dengan matang untuk mengambil tenor cicilan.
Apabila terlalu banyak cicilan justru dapat membebani keuangan dan meningkatkan pengeluaran dalam jangka panjang.
Baca Juga: Angka Perceraian di Indonesia Tinggi, Kemenag Lakukan Layanan Paska Pernikahan, Begini Penjelasannya
- Harus Tahu Mana Kebutuhan serta Keinginan
Ketika seseorang terjerat hutang, ia adalah orang yang mempunyai kebiasaaan membeli barang yang sebenarnya diperlukan. Sifat impulsif untuk memberi barang ini seperti gadget, pakaian atau produk mewah kerap kali menyebabkan orang berhutang secara impulsif.
Padahal barang-barang tersebut tidak penting untuk digunakan secara mendesak untuk dimiliki. Sebelum terlarut dalam kebiasaan yang konsumtif lakukan perencanaan yang matang dengan memikirkan secara matang sebelum membeli sesuatu.
- Tentukan Anggaran dan Rencana Pembelian
Buatlah perencanaan belanja secara matang agar dapat terkendali dan tidak membuat bergantung pada hutang. Pastikan kebutuhan sehari-hari itu tercukupi, tentukan batasan untuk melakukan pengeluaran dalam bentuk hiburan atau kebutuhan yang tidak terlalu mendesak.
Dengan demikian, langkah yang perlu dilakukan dengan menyusun anggaran secara terperinci untuk pendapatan dan pengeluaran.
- Lunasi Secepatnya
Secepatnya, usahakan utang itu terbayar karena yang lekas terbayar tidak akan menimbulkan bunga dan biaya tambahan.
Namun, apabila memutuskan untuk meminjam hutang dengan besar besaran bunga yang lumayan tinggi. Bandingkan berbagai pilihan pinjaman dari berbagai pihak penyedia pinjaman untuk mendapatkan tawaran yang menguntungkan.
- Simpan Uang untuk Dana Darurat
Memiliki dana darurat itu untuk menghadapi situasi tak terduga untuk menutupi kebutuhan tersebut untuk meminimalisir terjerat hutang karena tak memiliki dana untuk membayar utang.
Padahal dana darurat sangat berguna ketiak disiapkan sejak awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Maka, sisihkan sebagian penghasilan tiap bulan. Idealnya dana darurat memiliki 3 sampai 6 kali lebih banyak dari total pengeluaran bulanan.
- Cari Penghasilan Tambahan
Pendapatan tambahan sering menjadi alasan seseorang untuk berhutang. Dengan demikian terus bergantung dengan utang, untuk itu mulailah mencari peluang untuk menambah penghasilan.
Berbagai cara untuk menambah penghasilan bisa kamu lakukan seperti menjadi freelance, memulai usaha kecil, atau melakukan pelatihan untuk meningkatkan daya saing.
Editor : Eka Rahmawati