Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Harus Diwaspadai Nih, IHSG Diprediksi Melemah Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Beri Tekanan Bursa Saham

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 5 Mei 2025 | 08:11 WIB

Analis pasar modal Hans Kwee.
Analis pasar modal Hans Kwee.


RADAR BOGOR - Indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal cenderung bergerak melemah pekan ini, meski sentimen global cukup positif.

Pelaku pasar masih menanti realisasi data perekonomian Indonesia di awal pekan ini.

"IHSG berpeluang melemah terbatas dengan support di level 6.794 sampai 6.645 dan resistance pada 6.850 hingga 6.900," kata Analis pasar modal, Hans Kwee, Minggu (4/5).

Menurut Hans Kwee, ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami perlambatan pada kuartal I tahun ini yang sebagian besar disebabkan oleh lonjakan impor.

Hal itu sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan tarif oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Ke depan pertumbuhan ekonomi AS tidak jelas akibat perubahan kebijakan dan sangat tergantung negosiasi dagang yang sedang berlangsung," imbuh Hans Kwee.

Meskipun demikian, US Bureau of Labor Statistics mencatat total lapangan kerja non pertanian (nonfarm payroll employment) meningkat 177 ribu pada April 2025.

Kondisi itu berarti pasar tenaga kerja AS lebih kuat dari perkiraan.

Realisasi tersebut memberikan ruang bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Rencana ini tentu turut menopang sentimen positif pasar keuangan global.

Selain itu, Hans memperkirakan penguatan indeks saham di kawasan Eropa masih berpotensi berlanjut.

Seiring dengan optimisme pasar terhadap kemungkinan terobosan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok dalam waktu dekat.

Di dalam negeri, data ekonomi terbaru justru memberikan tekanan. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 46,7 pada April 2025.

Data tersebut mencerminkan kontraksi yang cukup dalam.

“Kontraksi ini karena adanya penurunan tajam dalam volume produksi dan pesanan baru,” ucap dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.

Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menilai indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal bergerak fluktuatif pekan ini.

Dengan kisaran support di level 6.730 dan resistance di level 6.870.

Valdy menyarankan para investor mencermati saham-saham berpotensi dalam kondisi pasar saat ini. Seperti INKP, BRPT, BUMI, ICBP, MNCN, dan EXCL.

“IHSG berpeluang bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan fluktuatif,” pungkasnya. (han/dio)

Penutupan IHSG Sepekan Terakhir

Senin (28/4) 6.722,97

Selasa (29/4) 6.749,08

Rabu (30/5) 6.766,80

Jumat (2/5) 6.815,73

Saham Teraktif Perdagangan Jumat (2/5)

-BBCA: Rp 825.304.057.500

-ANTM: Rp 816.087.839.000

-BBRI: Rp 798.216.163.000

-BMRI: Rp 727.212.841.000

-TLKM: Rp 353.237.184.000

Sumber: BEI

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #saham #ihsg #HANS KWEE