Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkuat Branding Global Produk Halal Premium Indonesia, Kemenperin Targetkan Halal Indo 2025 Dikunjungi 15 Ribu Pengunjung Dari Dalam dan Luar Negeri

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 5 Mei 2025 | 08:58 WIB
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza

RADAR BOGOR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem industri halal global.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat industri halal dunia.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mengawal berbagai program strategis yang mendorong daya saing produk halal nasional.

Salah satunya pameran berbagai sektor industri di kancah nasional maupun internasional.

”Industri halal juga telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru secara global,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Jakarta, akhir pekan lalu (3/5).

Mendukung potensi tersebut, Kemenperin bersama PT Dyandra Promosindo melakukan Kick-Off Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2025, sebagai penanda dimulainya rangkaian menuju pameran industri halal terbesar di Indonesia, yang akan berlangsung pada 25–28 September 2025 di ICE BSD City, Tangerang.

Pada penyelenggaraan Halal Indo 2024 berhasil menarik lebih dari 12 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp1,3 miliar dan komitmen kerja sama sebesar Rp 6 miliar.

Pada tahun ini, dengan mengusung tema "Where Halal Meets the World", Halal Indo 2025 ditargetkan menarik lebih dari 15 ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Expo tersebut akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri halal.

Termasuk produsen, pembeli, regulator, asosiasi, pelaku UMKM, hingga investor dari lebih dari 20 negara, guna memperkuat ekosistem halal dari hulu hingga hilir.

”Kontribusi industri halal nasional seperti makanan dan minuman, tekstil, farmasi, dan kosmetik turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,03 persen pada 2024. Ekspor produk industri halal Indonesia mencapai USD 64,11 miliar sepanjang Januari hingga Desember 2024,” urai Faisol.

Wamenperin menambahkan, Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator versi The State of the Global Islamic Economy Report 2023/2024.

Berada dibawah Malaysia dan Arab Saudi.

Meskipun demikian, dia menekankan pentingnya memperkuat branding global produk halal premium asal Indonesia.

”Kita perlu belajar dari negara-negara lain, seperti Thailand sebagai dapur halal dunia, Korea Selatan sebagai destinasi wisata halal, serta Brazil dan Australia sebagai pemimpin pasar daging halal,” tegas Faisol.

Pada kesempatan sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) optimistis industri halal Indonesia masih ada dalam jalur yang positif, meski ekonomi global diguncang isu tarif impor Amerika Serikat.

Wakil Kepala Badan Bidang Literasi, Advokasi, dan Kerja Sama Kadin Isnaeni Iskandar menyebut RI justru bisa memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat pasar industri halal dalam negeri.

”Indonesia itu ditargetkan sebagai pasar oleh AS. Jadi kita harus fokus ke dalam negeri bagaimana kita ikut berkompetisi,” ujar Isnaeni.

Selain pasar dalam negeri, Isnaeni yakin pasar ASEAN bisa menjadi peluang bagi industri halal Indonesia.

“Itu (pasar ASEAN, red) sudah cukup bagus untuk menguatkan posisi kita di negara-negara tetangga, atau ditambah dengan Jepang dan Korsel. Jadi komoditas halal kita berkembang di mereka,” ujarnya. (agf/dio)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #indonesia #Faisol Riza #halal