Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dianggap Sekelas Insinyur Andal, CEO Meta Mark Zuckerberg Prediksi AI Tulis Kode Meta pada 2026

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 5 Mei 2025 | 09:11 WIB
CEO Meta, Mark Zuckerberg saat berkunjung ke Indonesia.
CEO Meta, Mark Zuckerberg saat berkunjung ke Indonesia.

RADAR BOGOR – CEO Meta Mark Zuckerberg menyampaikan prediksi berani terkait masa depan pengembangan perangkat lunak di perusahaannya.

Dalam wawancara berdurasi satu jam bersama podcaster teknologi Dwarkesh Patel, Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa akal imitasi (AI) akan mengambil alih peran utama dalam menulis sebagian besar kode yang dikembangkan oleh Meta pada 2026.

”Saya memperkirakan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, kita akan mencapai titik ketika sebagian besar kode untuk pengembangan ini ditulis oleh agen AI,” ujar Mark Zuckerberg.

Menurutnya, AI tidak lagi hanya menjadi alat pelengkap.

Melainkan berkembang menjadi sistem otonom yang mampu menetapkan tujuan, melakukan uji coba, memperbaiki kesalahan, dan menghasilkan kode berkualitas tinggi.

”Yang saya maksud bukan sekadar fitur seperti autocomplete,” kata Mark Zuckerberg.

”Saya berbicara tentang sistem yang bisa diberikan sebuah tujuan, lalu menjalankan pengujian, menemukan dan memperbaiki masalah, serta menulis kode dengan kualitas yang bahkan melampaui rata-rata insinyur sangat kompeten di tim kami,” sambungnya.

Ini bukan kali pertama Mark Zuckerberg menyampaikan prediksi semacam itu.

Dia mengatakan, Meta dan perusahaan teknologi lainnya diperkirakan akan memiliki AI yang setara dengan insinyur tingkat menengah yang mampu menulis kode secara efektif.

Kini, garis waktunya tampak bergeser ke pertengahan 2026 atau lebih lama.

Perubahan prediksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa dinamisnya peta jalan pengembangan AI saat ini.

Banyak pihak menilai bahwa pernyataan seperti ini, meskipun menjanjikan, sering kali lebih menyerupai strategi pemasaran daripada peta jalan realistis atas kemampuan teknologi yang sedang dikembangkan.

Meski begitu, perkembangan AI tetap menjadi daya tarik besar dalam industri teknologi global.

Meta, bersama raksasa teknologi lainnya seperti Google, Microsoft, dan Amazon, berlomba mengintegrasikan AI secara lebih mendalam ke dalam operasi bisnis mereka.

Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk efisiensi, inovasi, dan daya saing. (din/dns)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #ai #meta #mark zuckerberg