Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Lebih Dekat Toko Kopi Agus, Tetap Eksis Sejak 1960 dengan Produk Lokal Bogor Kopi Tjap Teko

Omer Ritonga • Rabu, 7 Mei 2025 | 10:03 WIB
Kopi Tjap Teko, kopi khas lokal Bogor yang diproduksi Toko Agus.
Kopi Tjap Teko, kopi khas lokal Bogor yang diproduksi Toko Agus.

RADAR BOGOR - Di tengah gempuran kopi modern, di Bogor banyak pilihan merek kopi yang merupakan produk lokal. Satu diantaranya, Kopi Tjap Teko.

Kopi Tjap Teko sendiri merupakan kopi dari Toko Agus. Toko kopi ini sudah ada sejak 1960, pabrik kopi tradisional yang sudah beroperasi 65 tahun.

Meski sudah lama dibuka, toko kopi ini mampu menjaga eksistensinya dengan Kopi Tjap Teko hingga saat ini, apalagi di tengah gempuran persiangan pasar yang semakin ramai.

Terletak di tengah Kota Bogor tepatnya di Jalan Pedati, Toko Agus menjual kopi tubruk legendaris. Kopi Tjap Teko terkenal khususnya di kalangan masyarakat di Kota Hujan.

Kopi Tjap Teko Toko Agus didirikan oleh Jono Widarto, yang mmiliki tiga anak lelaki dan satu perempuan.

Kopi Tjap Teko mengambil nama dari ketiga anak lelakinya yaitu Agus Suhardja, Agus Sudardji, dan Agus Sarjana.

Awalnya ia hanya berjualan toko kelontong, dan sejak 1960 mulai fokus menjual kopi tubruk. Seiring dengan waktu, Kopi Tjap Teko saat ini sudah dilanjutkan generasi kedua (anak dari pendiri).

Menjalankan toko bukan hal yang baru, sudah terbiasa dengan kehadiran kopi. Sejak kecil mulai membantu orang tua di toko kopi, membungkus kopi, menguji rasa kopi, dan mencoba racikan kopi.

Waktu terus berjalan, tetap mempertahankan resep dari orang tua, Kopi Tjap Teko menjaga cita rasa dan kualitasnya. Kopi Tjap Teko yang khas bisa bertahan melewati lintas generasi.

Hingga saat ini masyarakat masih banyak yang menjadi pelanggan setia. "Bersyukur juga jumlah produksi kami enggak berkurang," ungkap penanggung jawab toko, Budi.

Kebanyakan costumer merupakan pelanggan setia yang sudah mengenal cita rasa Kopi Tjap Teko sejak lama. Sejauh ini pemasaran yang dilakukan juga masih melalui rekomendasi dari generasi ke generasi saja.

Kopi Tjap Teko mulai menyesuaikan pemasaran digital di tahun 2023 sejak Jo pulang ke Indonesia.

Tetap memperhatikan dan mempertahankan konsistensi rasa. Karena kalau ada yang berbeda, perbedaan rasa kopi akan terasa sekali.

Kalau untuk packaging banyak pilihan. Dari pilihan packing, ada yang unik, Kopi Tjap Teko masih menggunakan bungkus kertas klasik berwarna coklat.

Bahkan, dengan ukuran kecil sekali seduh juga ada. Selain karena cita rasanya, hal ini juga menjadi salah satu daya tarik yang membuat masyarakat berminat membawa Kopi Tjap Teko sebagai oleh-oleh untuk mudik lebaran.

"Memang sengaja mempertahankan kemasan kertas dari awal. Packingan dikerjakan karyawan cara manual," terang Budi.

Tidak hanya mempertahankan kemasan awal, Kopi Tjap Teko juga tersedia kemasan pelastik. Ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman juga.

"Bungkus kertas ini salah satu ciri khas dari Kopi Tjap Teko. Kemasan kertas banyak yang beli untuk oleh-oleh," tambah Budi.

Kopi Tjap Teko menyediakan kopi tubruk biasa kopi tubruk premium dan kopi teko mix. Kopi Teko 500 gram Rp50 ribu, Kopi Teko 250 gram Rp25 ribu, Kopi Teko 80 gram Rp8 ribu.

Kemudian Kopi Teko 40 gram Rp4 ribu, Kopi Teko Mix Rp27 ribu, Kopi Teko Mini Rp25.500, dan Kopi Teko Mini Mesin Rp21 ribu.

Sementara itu Kopi Teko BBK Rp100 ribu, Kopi Premium Robusta 250 gram Rp40 ribu dan Kopi Teko Premium Arabica Rp55 ribu.

Walaupun saat ini banyak coffee shop modern, banyak pelanggan yang sudah terbiasa mengkonsumsi Kopi Tjap Teko akan kembali lagi.

Saat ini dikelolah mengikuti flow bisnis ini selama kopi masih dihati masyarakat. "Yang terbiasa Kopi Tjap Teko bakal kembali lagi, karena sudah suka dengan rasanya," ujar Budi. (mer)

 

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Kopi tjap teko #Toko agus