RADAR BOGOR - Di tengah gejolak ekonomi, masyarakat cenderung lebih banyak menabung. Tercermin dari pertumbuhan produk tabungan di perbankan.
Momentum ini tentu mengerek porsi dana murah.
Hingga akhir Maret 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 12 persen secara tahunan.
Hal itu didorong oleh kinerja positif produk tabungan yang meningkat 12 persen year-on-year (YoY).
Khusus pada segmen nasabah tabungan dengan saldo hingga Rp50 juta, total dana yang dihimpun tumbuh sekitar 9 persen YoY.
“Hal itu mencerminkan kepercayaan nasabah ritel terhadap layanan perbankan Bank Mandiri serta keberhasilan strategi akuisisi dan retensi dana murah di segmen prioritas,” kata SVP Retail Deposit Product and Solution Bank Mandiri, Evi Dempowati, Rabu (7/5).
Survei konsumen dan perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan, indeks menabung konsumen (IMK) pada April 2025 menguat 5,1 secara bulanan berada di level 83,4.
Peningkatan IMK terbesar terlihat pada kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp 1,5 juta - 3 juta per bulan sebanyak 8,8 poin.
Disusul, kelompok berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan yang naik 7,2 poin.
“IMK untuk kelompok rumah tangga pendapatan di atas Rp3 juta-7 juta tumbuh 6 poin. Hanya saja, untuk rumah tangga dengan pendapatan di atas Rp7 juta per bulan justru turun 1 poin,” ujar Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto. (han/dio)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim