Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hadapi Tantangan Besar di Industri Kecantikan Indonesia, Beautiverse dan Edho Zell Dorong Pemberdayaan Anak Muda

Yosep Awaludin • Kamis, 8 Mei 2025 | 08:01 WIB
Edho Zell, pendiri dan CEO dari agensi digital Social Bread dorong industri kecantikan berdayakan anak muda.
Edho Zell, pendiri dan CEO dari agensi digital Social Bread dorong industri kecantikan berdayakan anak muda.

RADAR BOGOR - Industri kecantikan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri.

Tren ini menjadikan sektor kecantikan sebagai salah satu industri yang menjanjikan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Beautiverse, sebuah ajang pameran kecantikan dan kesehatan, hadir sebagai platform yang mendorong potensi lokal untuk tampil di kancah global.

Acara ini diinisiasi oleh Alpha Seven dan berupaya menjadi ruang kolaborasi antara pelaku industri, kreator, serta komunitas kecantikan.

Salah satu tokoh yang turut mendorong perkembangan ini adalah Edho Zell, pendiri dan CEO dari agensi digital Social Bread.

Edho melihat bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam membentuk arah industri melalui pendekatan digital dan kreatif.

Dalam beberapa pernyataannya, Edho menekankan bahwa transformasi digital sangat penting agar pelaku usaha lokal bisa beradaptasi dengan kebiasaan konsumen masa kini.

Di mana konsumen sekarang lebih banyak beraktivitas di ruang digital. Tanpa mengikuti arus tersebut, brand lokal berisiko tertinggal.

Edho juga percaya bahwa kolaborasi dengan Beautiverse adalah langkah konkret untuk menjangkau lebih banyak audiens.

Sekaligus mendorong pelaku usaha muda agar lebih berani mengambil bagian dalam industri ini.

Baginya, Beautiverse bukan sekadar ajang pameran, melainkan sebuah gerakan yang memperkuat ekosistem kecantikan lokal.

Lewat Social Bread, Edho telah mendampingi banyak anak muda dalam membangun merek pribadi dan bisnis digital, khususnya melalui konten dan strategi pemasaran berbasis media sosial serta live shopping.

Ini menjadi peluang besar di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Ia menyebut bahwa platform seperti Beautiverse dapat menjadi batu loncatan bagi banyak brand lokal untuk menunjukkan kualitas dan keunikannya kepada pasar yang lebih luas, bahkan global.

Selain itu, acara ini mampu mempertemukan berbagai pihak yang memiliki visi sama dalam mengembangkan industri kecantikan tanah air.

Potensi sektor ini memang sangat besar. Menurut data East Ventures, nilai pasar kecantikan Indonesia diperkirakan mencapai 10 miliar dolar AS pada tahun 2027.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kelas menengah, pengaruh media sosial, serta daya beli konsumen yang semakin kuat.

Fakta menarik lainnya, sekitar 60 persen pangsa pasar industri ini didominasi oleh generasi Z, yang dikenal sangat aktif di media sosial.

Mereka cenderung mencari informasi produk melalui konten digital sebelum memutuskan untuk membeli, menjadikan strategi pemasaran digital semakin krusial.

Beauty creator atau influencer kecantikan juga berperan penting dalam membentuk tren dan edukasi pasar.

Keberadaan mereka mampu menginspirasi banyak anak muda untuk lebih peduli terhadap penampilan dan penggunaan produk perawatan diri.

Data dari BPOM dan PERKOSMI menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku industri kosmetik di Indonesia adalah pelaku usaha kecil dan menengah.

Hal ini menandakan bahwa sektor ini cukup terbuka bagi siapa saja, termasuk generasi muda yang ingin berinovasi dan membangun usaha.

Pemerintah pun mendukung pengembangan industri ini melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah Industrial Festival 2024.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan talkshow mengenai sinergi antara industri kesehatan dan kecantikan dengan tema inovasi dan dampak berkelanjutan.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas muda, industri kecantikan Indonesia diproyeksikan mampu terus tumbuh dan bersaing di pasar global.

Tantangan digitalisasi, perubahan gaya hidup, dan kompetisi global bisa dihadapi melalui sinergi dan inovasi.

Edho Zell dan Beautiverse menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pemberdayaan anak muda dan digitalisasi dapat menjadi kunci keberhasilan industri ini.

Mereka menjadi contoh nyata bagaimana transformasi industri dapat dimulai dari ide dan keberanian untuk berubah.

Dengan semangat kolaboratif dan kreatif, masa depan industri kecantikan di Indonesia berada di tangan generasi muda yang siap mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan positif. (***)

Penulis : Sholihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak

Editor : Yosep Awaludin
#Alpha Seven Creative Event #Beautiverse #kecantikan