Ungguli Nasional, BPS Ungkapkan Pertumbuhan Ekonomi Jabar Capai 4,98 Persen
Ahmad Susandi• Jumat, 9 Mei 2025 | 22:30 WIB
BPS Jawa Barat menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jabar pada Triwulan I tahun 2025 mencapai 4,98 persen.
RADAR BOGOR – Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan catatan positif dalam kinerja ekonominya.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melalui akun Instagram @bpsjabar, pertumbuhan ekonomi Jabar pada Triwulan I tahun 2025 mencapai 4,98 persen secara tahunan (year-on-year).
Angka ini tidak hanya lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,87 persen, tetapi juga menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Jawa.
Menurut BPS, sektor pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dari sisi lapangan usaha, dengan kontribusi sebesar 1,83 persen.
Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan sektor primer dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, terutama di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi dan tekanan global.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan, dengan kontribusi mencapai 2,99 persen.
Hal ini menandakan daya beli masyarakat Jawa Barat tetap terjaga, didukung oleh stabilitas harga serta peningkatan pendapatan rumah tangga di berbagai wilayah.
Secara quarter-to-quarter (q-to-q), perekonomian Jawa Barat tumbuh sebesar 0,28 persen dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2024.
Sektor pertanian kembali mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 7,25 persen, yang menunjukkan tren panen dan aktivitas agribisnis yang positif di awal tahun.
Struktur ekonomi Jawa Barat masih didominasi oleh industri pengolahan, yang menyumbang 40,28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat pada kuartal ini.
Meski pertumbuhannya secara kuartalan hanya 0,37 persen, sektor ini tetap menjadi andalan, terutama berkat pertumbuhan pada industri barang elektronik yang semakin kompetitif.
Tak hanya itu, komponen konsumsi rumah tangga juga memberikan kontribusi paling signifikan dalam struktur PDRB, yakni 64,46 persen, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,01 persen.
Selain konsumsi, peningkatan realisasi investasi PMA dan PMDN turut mendorong pertumbuhan di sektor konstruksi dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Capaian ini menegaskan peran strategis Jawa Barat sebagai penggerak utama ekonomi regional dan nasional, sekaligus menunjukkan kemampuan adaptif dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global.