Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Memahami Strategi Leverage dan Prediksi Bitcoin Pada Mei 2025

Yosep Awaludin • Jumat, 9 Mei 2025 | 07:57 WIB
Ilustrasi bitcoin
Ilustrasi bitcoin

RADAR BOGOR - Pasar cryptocurrency selalu membawa perubahan karena adanya inovasi teknologi.

Sekarang ini kamu sudah bisa trading futures yang mampu meningkatkan keuntungan berkali lipat.

Hal tersebut tentunya tak lepas dari faktor leverage. Ketika kamu ingin trading futures btc leverage 25x artinya kamu bisa meningkatkan keuntungan hingga 25 kali.

Tetapi hal tersebut juga diikuti oleh resiko besar. Sehingga kamu juga harus mampu membaca grafik pergerakan pasar.

Dengan kemampuan membaca grafik usdt idr hari ini maka kamu bisa melakukan analisa teknikal.

Jadi anda juga harus mampu membaca grafik pergerakan pasar. Jika Anda dapat membaca grafik usdt idr hari ini, Anda dapat melakukan analisa teknikal.

Namun, hasil yang diperoleh dari aktivitas ini dapat lebih maksimal jika investor menggunakan strategi investasi yang tepat.

Menetapkan Strategi Leverage yang Tepat

1. Hanya Digunakan Saat Pasar Sedang Naik

Seperti yang telah dibahas di artikel sebelumnya, keuntungan dari leverage akan mengalir dengan deras ketika harga aset sedang melonjak.

Sebaliknya, penggunaan leverage bisa menjadi masalah saat harga aset mengalami penurunan tajam.

Baca Juga: Pajak Ditegaskan Gubernur Jawa Barat Untuk Orang miskin Supaya Punya Jaminan, Dedi Mulyadi: Meski Dia Nganggur Negara Tetap Menggajinya

Akibatnya, investor hanya harus melakukan leverage jika mereka yakin harga aset dasar akan naik.

Namun, pertanyaannya adalah, apa ciri-ciri utama dari fase peningkatan? Sebagai informasi, kriteria utama fase ini adalah ketika harga suatu aset membentuk pola Higher High Higher Low (HH HL).

2. Perhatikan Situasi Makroekonomi

Seperti dalam kegiatan investasi di aset lainnya, faktor makroekonomi juga menjadi elemen penting bagi investor sebelum terlibat dalam kegiatan leverage.

Memahami situasi makro ekonomi dapat membantu investor memutuskan kapan harus masuk atau keluar dari aktivitas leverage.

Selain itu, mengetahui kondisi ekonomi saat ini juga dapat membantu investor menentukan sektor saham mana yang perlu di-leverage untuk meraih keuntungan yang baik.

3. Menentukan batas Take Profit dan Stop Loss

Investor harus menetapkan nilai harga tertentu untuk membeli aset sebelum melakukan transaksi beli dan jual.

Begitu juga sebaliknya. Pelaku pasar harus menetapkan harga tertentu di mana mereka akan menjual asetnya, baik untuk membatasi kerugian (stop loss) maupun untuk mengambil keuntungan (take profit).

Contoh Area Stop Loss dan Take Profit

Namun, investor perlu menentukan kedua titik ini sebelum melakukan aktivitas apapun di leverage, berdasarkan analisis teknikal dan fundamental.

Ini penting karena aktivitas leverage memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Jika investor tidak segera menentukan titik kerugian, mereka dapat mengalami kerugian besar ketika harga aset yang mereka miliki jatuh drastis.

Selain itu, menetapkan titik stop loss dan take profit di awal diharapkan dapat mencegah investor dari sikap serakah dan kehilangan akal saat harga aset sedang melonjak.

Pergerakan Harga Bitcoin

Menurut Pintu Market, harga Bitcoin saat ini adalah Rp 1.596.718.953, dan volume perdagangan Bitcoin mencapai US$23.128.765.904, penurunan sebesar -23,80% dari hari sebelumnya.

Sementara itu, Bitcoin (BTC) pernah mencatat harga tertingginya di $108.786 dan harga terendahnya di $67,81. Saat ini, harganya berada 10,93% di bawah puncak dan 142.786,81% di atas level terendahnya.

Harga pasar Bitcoin (BTC) mencapai $1,923.973.239.835. Jumlah token BTC yang beredar di pasar saat ini—sekitar 20 juta token—dikalikan dengan harga token untuk menghasilkan penilaian pasar.

Prediksi Bitcoin Satu Minggu ke Depan

Berdasarkan data, beberapa prediksi bisa saja tidak tepat atau meleset. Yang pasti BoJ mempertahankan suku bunga, penurunan jumlah lowongan kerja (JOLTS).

Kemudian PCE yang menurun, meningkatnya klaim data, serta penurunan PMI dan kenaikan RRP di akhir bulan yang diikuti penurunan di awal bulan.

Di sisi lain, ada beberapa data yang salah, seperti penurunan jumlah karyawan swasta (ADP), pertumbuhan GDP yang negatif, dan penurunan harga rumah.

Kesalahan ini sebenarnya membawa dampak positif untuk Bitcoin karena saya mulai berpikir bahwa Trump mungkin tidak terlalu memperhatikan data ini saat mengambil keputusan, karena data tersebut tampak tidak dimanipulasi.

Namun, ini menunjukkan bahwa likuiditas telah menyusut dan tingkat pengangguran meningkat, yang berarti data ini tidak menguntungkan bagi Fed.

Fed tampaknya tidak memiliki alat untuk bersikap hawkish. DXY tidak memiliki kekuatan untuk menguat.

1. Senin, 5 Mei 2025

Secara umum, Bitcoin tampaknya sedang menunggu FOMC. Keputusan BoJ untuk tidak menaikkan suku bunga bisa menjadi petunjuk. Pergerakan Bitcoin kemungkinan hanya akan bergantung pada penurunan RRP.

2. Selasa, 6 Mei 2025

Kemungkinan besar bearish karena Jepang sedang libur dan Tiongkok tidak mengeluarkan data, serta RRP sudah turun sejak 1 Mei 2025. Sangat wajar jika terjadi peningkatan RRP pada 6 Mei.

Intinya, saya memprediksi akan ada koreksi pada Bitcoin antara Senin dan Selasa mengingat pasar Jepang dan Tiongkok libur.

Tetapi saya lebih memilih hari Selasa sebagai hari terjadinya koreksi mengingat Jumat ada NFP, yang biasanya berefek satu hari kemudian.

3. Rabu, 7 Mei 2025

Pada Rabu depan memprediksi FOMC akan memotong suku bunga sebesar 25 bps. Namun bahkan jika tidak ada pemotongan, itu sudah dianggap sebagai pelonggaran.

Alasannya adalah bahwa QT telah menurun dari 25 miliar menjadi 5 miliar dolar, dan pasar telah menekan dengan menjual Surat Utang AS ($UST) sehingga DXY jatuh di bawah 100.

Ini adalah momen penurunan dan kenaikan pada saat FOMC, yaitu penurunan sebelum suku bunga ditetapkan dan kenaikan setelah Powell selesai berbicara.

4. Kamis, 8 Mei 2025

Data klaim akan mengalami perubahan lagi. Sepertinya seperti itulah kondisi candle pada hari Kamis yang tidak terlalu bervolume.

5. Jumat, 9 Mei 2025

Candle pada hari Jumat juga akan slow.

6. Sabtu, 10 Mei 2025

Inflasi di Cina akan meningkat. Namun Bitcoin cenderung tenang karena hari Sabtu. Kita akan kembali melihat pada minggu depan.

Meski demikian, semua prediksi ini tentunya tidak selalu tepat. Semua analisis ini tidak boleh dijadikan sebagai pedoman untuk berinvestasi.

Perlu diingat bahwa karena harga crypto selalu berubah, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi.

Oleh karena itu, sebelum melakukan investasi, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan uang dingin, atau dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat.

Para investor dan trader bertanggung jawab atas jual beli dan investasi aset kripto lainnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#cryptocurrency #Leverage #bitcoin