RADAR BOGOR - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat.
Namun, ekspektasi terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan lebih rendah.
Indeks keyakinan konsumen (IKK) bulan lalu berada di level 121,7.
Angka itu naik tipis dari sebulan sebelumnya sebesar 121,1.
“Optimisme konsumen yang meningkat pada April 2025 bersumber dari kenaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan tetap terjaganya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (9/5).
Berdasar kelompok pengeluaran responden, keyakinan konsumen April meningkat untuk sebagian kelompok.
IKK tertinggi tercatat pada responden pengeluaran lebih dari Rp 5 juta di posisi 127,9 dan Rp 4,1-5 juta sebesar 125,2. Untuk berpengeluaran Rp 2,1-3 juta di level 114,8.
“Sedangkan optimisme bagi kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta dan Rp 3,1-4 juta menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta turun 3,6 poin menjadi 114,7. Pengeluaran Rp 3,1-4 juta turun tipis dari 120,6 menjadi 119,9,” paparnya.
Hanya saja, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan mengalami penurunan.
Tercermin dari indeks ekspektasi konsumen (IEK) April 2025 sebesar 129,8 dari sebelumnya 131,7.
Pelemahan tersebut sejalan dengan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja (IEKLK) dan indeks ekspektasi kegiatan usaha (IEKU) yang masing-masing tercatat sebesar 123,5 dan 128,5.
Melambat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 125,9 dan 132,2.
Hasil survei LPS juga menunjukkan penguatan IKK April di level 103,1.
Angka itu meningkat 1,6 poin secara bulanan.
"Perkembangan ini menunjukkan persepsi positif konsumen yang kembali menguat terhadap kondisi ekonomi nasional dan di wilayahnya," terang Sekretaris LPS Jimmy Ardianto.
Dia menjelaskan, peningkatan optimisme konsumen pada April lalu antara lain disebabkan adanya penyaluran sejumlah bantuan sosial (bansos) pada awal kuartal II 2025.
Berupa program keluarga harapan, bantuan pangan non-tunai, bantuan beras 10 kg, dan program Indonesia Pintar. Ditambah berhasilnya panen raya tanaman pangan seperti padi dan jagung.
Selain itu, perbaikan infrastruktur umum dan kenaikan harga sembako selama Ramadan-Lebaran yang lebih terjaga turut mendorong persepsi positif masyarakat pada ekonomi di wilayahnya.
Sebagai gambaran, inflasi komponen makanan, minuman, dan tembakau pada Maret 2025 mencapai 1,2 persen month-to-month (MtM).
Lebih rendah dibandingkan inflasi pada Maret 2024 sebesar 1,4 persen MtM. (han/dio)
Indeks Keyakinan Konsumen 2025
-Januari: 127,2
-Februari: 126,4
-Maret: 121,1
-April: 121,7
Indeks Kepercayaan Konsumen 2025
-Januari: 111,6
-Februari: 107,1
-Maret: 101,5
-April: 103,1
Sumber: BI, LPS
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim