Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kepemimpinan Perempuan Mengubah Eceng Gondok Menjadi Pemberdayaan Masyarakat, Kisah Tanissa Putri Rahmadiva dan PT Bumi Kreasi Jatiluhur

Alpin. • Minggu, 11 Mei 2025 | 17:43 WIB
PT Bumi Kreasi Jatiluhur, yang dengan kepemimpinan transformatifnya berhasil mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi dan sosial.
PT Bumi Kreasi Jatiluhur, yang dengan kepemimpinan transformatifnya berhasil mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi dan sosial.

RADAR BOGOR - Eceng gondok, tanaman air yang kerap dianggap hama di waduk Jatiluhur, kini menjadi simbol harapan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Jati Luhur, Kabupaten Purwakarta.

Di balik transformasi ini, ada sosok Tanissa Putri Rahmadiva, S.Sos., MOS., MCE., CEO PT Bumi Kreasi Jatiluhur, yang dengan kepemimpinan transformatifnya berhasil mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi dan sosial.

Dalam wawancara eksklusif dengan mahasiswa S2 Manajemen Bisnis IPB—Dinda Azahra Ichwan, Hasna Nur Fadilah, Marsha Salsabila, dan Muhammad Iqbal Islahiddin—Tanissa berbagi perjalanan inspiratifnya sebagai sociopreneur perempuan yang memberdayakan komunitas lokal.

Awal Mula PT Bumi Kreasi: Dari Masalah Lingkungan ke Bisnis Sosial

Wawancara yang dilakukan melalui panggilan virtual ini sempat terganggu masalah audio, namun semangat Tanissa untuk berbagi kisahnya tetap terpancar.

Ia memperkenalkan PT Bumi Kreasi, perusahaan sosial yang didirikan pada 2021 di Jati Luhur, sebagai respons terhadap permasalahan eceng gondok yang merusak ekosistem waduk Jatiluhur dan mengganggu pariwisata.

“Eceng gondok ini bukan hanya masalah, tapi potensi. Saya ingin memajukan Purwakarta, daerah saya sendiri, dan melestarikan warisannya sebagai ikon pariwisata,” ungkap Tanissa.

Dinda Azahra Ichwan, salah satu mahasiswa, bertanya tentang motivasi awal Tanissa mendirikan bisnis sosial ini.

Dengan penuh semangat, Tanissa menjelaskan bahwa keinginannya untuk memberdayakan masyarakat lokal, khususnya ibu-ibu, dan menjaga keberlanjutan lingkungan menjadi pendorong utama.

PT Bumi Kreasi mengolah eceng gondok menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti pupuk organik, kerajinan tangan, dan briket ramah lingkungan, yang tidak hanya mengurangi limbah di waduk, tetapi juga menciptakan lapangan kerja.

Kepemimpinan Transformatif: Memberdayakan Ibu dan Melestarikan Budaya

Marsha Salsabila, yang tengah meneliti kepemimpinan kewirausahaan perempuan, mencatat bahwa gaya kepemimpinan Tanissa bersifat transformatif dan persuasif.

“Nilai-nilai pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan benar-benar tercermin dalam setiap langkah PT Bumi Kreasi,” ujar Marsha.

Tanissa menjelaskan bahwa fokus utama perusahaannya adalah memberdayakan ibu-ibu di Jati Luhur untuk menjadi produktif.

“Saya ingin para ibu bangga dengan karya mereka, menciptakan sesuatu untuk bumi, sekaligus melestarikan budaya tenun lokal,” katanya.

Hasna Nur Fadilah tertarik pada bagaimana Tanissa mengatasi tantangan dalam memotivasi pengrajin, terutama mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Tanissa mengakui bahwa menjaga konsistensi dan semangat pengrajin bukanlah hal mudah.

“Kami tidak menggunakan sistem kontrak, jadi komunikasi yang erat dan pelatihan rutin menjadi kunci. Kami juga mengadakan acara untuk membangun motivasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan khusus diperlukan untuk menangani isu sensitif, seperti tantangan yang dihadapi orang tua dan anak-anak di komunitas.

Perjalanan Keterlibatan Komunitas Tanissa

Muhammad Iqbal Islahiddin menyoroti pengalaman Tanissa dalam keterlibatan komunitas sebagai salah satu kekuatan kepemimpinannya.

Tanissa berbagi perjalanannya yang dimulai dari proyek Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pelaksana Tugas (Plt) di Sukasari, di mana ia membangun bank sampah dan pos-pos komunitas.

Ia juga menceritakan pengalaman KKN independen di Parung Banteng, menghadapi tantangan seperti kurangnya listrik dan kebiasaan masyarakat tradisional.

“Memahami karakteristik dan potensi masyarakat adalah langkah awal untuk menciptakan solusi inovatif,” ungkap Tanissa.

Pengalaman ini memperkaya kemampuan Tanissa dalam membangun koneksi dengan komunitas, yang menjadi fondasi kesuksesan PT Bumi Kreasi.

“Kekuatan kepemimpinan Tanissa terakumulasi dari pengalamannya di lapangan dan hubungannya dengan masyarakat,” tambah Marsha.

Tantangan dan Strategi Keberlanjutan

Meski sukses, perjalanan PT Bumi Kreasi tidak luput dari tantangan. Tanissa mengungkapkan bahwa di awal, bisnisnya sempat diremehkan oleh beberapa pihak.

Namun, dukungan dari media, Kementerian Pertahanan, instansi pemerintah, dan LSM membantu memperkuat posisi perusahaan.

“Kami juga menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi produksi dan motivasi pengrajin yang kadang tidak aktif. Solusinya adalah komunikasi yang terbuka dan menciptakan rasa kebersamaan,” ujarnya.

Tanissa juga menyoroti aspek unik bisnisnya, yaitu fokus pada dampak sosial tanpa sistem kontrak formal.

Efek positifnya terlihat dari pengurangan eceng gondok di waduk, peningkatan pendidikan lingkungan untuk anak-anak sekolah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Namun, ia mencatat bahwa dukungan dari komoditas perempuan masih terbatas, sebuah tantangan yang ingin diatasi di masa depan.

Peluang Ekspansi dan Peran Perempuan

Dalam diskusi, Tanissa menyampaikan visinya untuk memperluas model PT Bumi Kreasi ke daerah lain di Indonesia, seperti Cirata, yang menghadapi masalah lingkungan serupa.

Kemitraan dengan perusahaan milik negara dan LSM telah memungkinkan penyediaan pelatihan dan peralatan untuk mendukung ekspansi ini.

“Kami ingin model ini direplikasi di daerah lain, dengan tetap fokus pada pemberdayaan perempuan dan keberlanjutan,” katanya.

Tanissa menekankan peran penting perempuan dalam bisnis sosial. “Perempuan multitasking, mendidik anak, dan punya potensi besar untuk membangun masa depan. Kami adalah pendidik pertama bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia mendorong perempuan untuk memulai bisnis sendiri dan saling mendukung. “Ambil langkah kecil, percaya pada diri sendiri, dan berkolaborasi,” pesannya.

Refleksi dari Mahasiswa IPB

Para mahasiswa S2 Manajemen Bisnis IPB yang mewawancarai Tanissa mengaku terinspirasi.

“Kisah Tanissa menunjukkan bagaimana kepemimpinan perempuan bisa menciptakan dampak besar, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk masyarakat,” ujar Dinda.

Marsha menambahkan bahwa penelitian mereka tentang kepemimpinan pengusaha sosial perempuan akan memasukkan wawasan dari Tanissa sebagai studi kasus utama.

“Kami sedang menyiapkan makalah yang akan menggabungkan data primer dari wawancara ini dengan penelitian sekunder,” katanya.

Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Kisah Tanissa dan PT Bumi Kreasi adalah bukti nyata bahwa bisnis sosial dapat menjadi kekuatan perubahan.

Dari eceng gondok yang dianggap limbah, kini lahir produk-produk yang ramah lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan melestarikan budaya.

Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat kolaborasi, Tanissa terus menginspirasi, membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Seperti yang dikatakan Tanissa menjelang akhir wawancara, “Perempuan itu luar biasa. Kami ada di setiap aspek kehidupan—bisnis, pendidikan, bahkan politik. Bersama, kita bisa mengubah dunia,” terangnya.

PT Bumi Kreasi bukan hanya tentang eceng gondok, tetapi tentang harapan, pemberdayaan, dan keberlanjutan untuk generasi mendatang.(*)

Editor : Alpin.
#waduk jatiluhur #Bumi Kreasi Jatiluhur #Eceng Gondog