RADAR BOGOR – Dalam era serba digital seperti sekarang, pertanyaan tentang masa depan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari teknologi.
Salah satu inovasi yang kian mencuri perhatian adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Namun, di balik sederhananya sistem pembayaran berbasis QR code ini, tersembunyi potensi besar yang kini disorot langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Melalui unggahan terbarunya di akun Instagram resmi @gibran_rakabuming, Gibran menyampaikan pandangannya soal QRIS, bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga ideologis.
Baginya, QRIS bukan sekadar metode pembayaran yang praktis, tetapi sebuah simbol kedaulatan ekonomi bangsa.
“QRIS bukan cuma sebagai alat pembayaran praktis, tapi juga sebagai simbol kedaulatan ekonomi bangsa,” tulis Gibran.
“Dari pedagang kaki lima sampai transaksi lintas negara, dari Gen Z yang cashless sampai UMKM yang go digital, QRIS adalah bukti bahwa Indonesia bisa jadi pelopor teknologi yang berdampak besar,” tulis Wakil Presiden.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika. QRIS telah digunakan oleh lebih dari 29 juta merchant di seluruh Indonesia, mayoritas di antaranya adalah pelaku UMKM.
Dengan sistem ini, siapa pun—dari pedagang keliling hingga pelancong yang berbelanja di luar negeri—bisa bertransaksi digital dengan cepat, aman, dan efisien.
Lebih dari itu, QRIS menjadi pintu masuk inklusi keuangan yang lebih luas.
Pelaku usaha mikro kini punya akses ke sistem pembayaran digital yang dulu hanya bisa dinikmati oleh perusahaan besar.
Ini bukan hanya soal kemajuan teknologi, tapi soal pemerataan kesempatan ekonomi.
Gibran juga menekankan bahwa QRIS merupakan bukti bahwa Indonesia tidak sekadar mengikuti arus globalisasi digital, tetapi mulai mengambil peran sebagai pelopor.
Dalam konteks ini, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan pencipta standar yang berdampak regional, bahkan global.
Dengan semangat tersebut, Wakil Presiden Gibran mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak muda dan pelaku usaha kecil, untuk memanfaatkan QRIS sebagai bagian dari gaya hidup digital sekaligus kontribusi nyata pada ekonomi nasional.
QRIS, bagi Gibran, adalah salah satu kunci menuju masa depan ekonomi Indonesia, yakni digital, inklusif, dan berdaulat.***
Editor : Eli Kustiyawati