Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2024, BSI Akan Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp1,05 Triliun Pada 19 Juni 2025

Yosep Awaludin • Kamis, 22 Mei 2025 | 08:18 WIB
Sekretaris Umum BSI  Wisnu Sunandar
Sekretaris Umum BSI Wisnu Sunandar

RADAR BOGOR—PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mengumumkan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,05 triliun pada 19 Juni 2025, menyusul hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2024.

Pemegang saham BSI yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan (DPS) pada tanggal 28 Mei 2025 adalah pemegang saham yang berhak atas dividen.

Menurut Wisnu Sunandar, Sekretaris Umum BSI, perusahaan telah menyampaikan hal ini pada Laporan Keterbukaan Informasi Perusahaan pada tanggal 20 Mei 2025 melalui sistem IDX. Pada laporan tersebut, perusahaan mencantumkan laporan lengkap hasil RUPST Tahun buku 2024.

RUPST menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar 15% dari laba bersih Perseroan, yaitu Rp1,05 triliun.

Bank dengan kode saham BRIS memberikan dividen sekitar Rp22,78 per lembar saham dari total dividen tersebut.

Dividen tahun buku 2023 senilai Rp18,54 per lembar saham naik 22,86%, menunjukkan kinerja yang cukup baik pada tahun buku 2024.

Dengan kualitas terjaga, BSI akan memiliki aset sebesar Rp409 triliun dan laba bersih sebesar Rp7,01 triliun pada tahun 2024.

Selain untuk dividen, 20% dari laba bersih akan disimpan sebagai cadangan wajib. 65% terakhir dialokasikan untuk laba ditahan. Para pemegang saham telah menyetujui keputusan ini dalam agenda RUPS Tahunan.

Wisnu juga mengungkapkan bahwa pemegang saham yang sahamnya terdaftar dalam penitipan kolektif di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dapat membayar dengan menggunakan Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank kustodian atau perusahaan efek yang relevan.

RUPST juga menetapkan pembagian dividen serta pemilihan anggota Dewan Komisaris dan Direksi baru. Dengan demikian, susunan pengurus BSI menjadi sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris:

1. Komisaris Utama: Muhadjir Effendy
2. Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang
3. Komisaris : Meidy Ferdiansyah
4. Komisaris : Mochamad Agus Rofiudin
5. Komisaris : Kamaruddin Amin
6. Komisaris Independen: Nizar Ahmad Saputra
7. Komisaris Independen: Muhammad Syafii Antonio
8. Komisaris Independen: Addin Jauharudin

Susunan Direksi:

1. Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo
2. Wakil Direktur Utama: Bob Tyasika Ananta
3. Direktur Retail Banking: Kemas Erwan Husainy
4. Direktur Information Technology: Muharto
5. Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho
6. Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna
7. Direktur Compliance & Human Capital: Arief Adhi Sanjaya
8. Direktur Risk Management: Grandhis Helmi Harumansyah
9. Direktur Wholesale Transaction Banking: Zaidan Novari
10. Direktur Treasury & International Banking: Firman Nugraha

Susunan Dewan Pengawas Syariah

1. Ketua: Prof. Dr. K.H. Hasanudin, M.Ag
2. Anggota: Dr. K.H. Mohamad Hidayat, SE, M.H, M.Ag
3. Anggota: Dr. H. Oni Sahroni MA
4. Anggota: Prof. Dr. Jaih Mubarok, SE., MH,. M.Ag
5. Anggota: Dr. K.H. Abdul Ghofur Maimoen, MA

Anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi yang baru diangkat dimulai pada penutupan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 dan akan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ketiga yang diselenggarakan pada tahun 2028.

Namun, dengan mempertahankan hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan.

Setelah Otoritas Jasa Keuangan memberikan persetujuan atas penilaian kelayakan dan kepatutan, penetapan pengangkatan tersebut berlaku.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan publik dan terutama pemegang saham terhadap BSI," kata Wisnu Sunandar.

Untuk itu, perseroan memberikan dividen kepada seluruh pemegang saham yang telah ditetapkan dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 BSI pada 16 Mei lalu.

"Kami juga memohon dukungan Anda agar BSI dapat tumbuh lebih baik lagi pada masa mendatang,"  tutupnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#deviden #BSI #pemegang saham