Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perluas Literasi Digital dan Akses Pasar UMKM hingga Pelosok Negeri, Kemenko PM Luncurkan Program Perintis Berdaya

Yosep Awaludin • Rabu, 4 Juni 2025 | 09:43 WIB
Ilustrasi pelaku UMKM. Kemenko PM meluncurkan Program Perintis Berdaya
Ilustrasi pelaku UMKM. Kemenko PM meluncurkan Program Perintis Berdaya

RADAR BOGOR - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat atau Kemenko PM terus meningkatkan literasi digital dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Upaya itu dilakukan Kemenko PM lewat Program Perintis Berdaya untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendampingan yang terstandarisasi dan sesuai dengan kebutuhan usaha di era digital.

Ada empat pilar utama yang saling melengkapi dalam Program Perintis Berdaya dari Kemenko PM. Yakni, Berdaya Bersama (memperkuat kapasitas dan mendukung).

Berdaya Berusaha (membangun kewirausahaan), Berdaya Finansial (memperluas akses keuangan), dan Berdaya Global (mempertahankan pekerja migran Indonesia di pasar global).

Kemenko PM mengembangkan pilar Berdaya Bersama untuk menyediakan pelatihan dan pendampingan usaha yang inklusif dan terstandar bagi pekerja migran, koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Modul ini dirancang dengan prinsip inkubasi dan berjenjang, mencakup pelatihan dua tingkat (basic-advance) yang bersifat praktis, adaptif, dan kolaboratif.

Materi pelatihan meliputi 12 modul inti, antara lain kepemimpinan usaha, adopsi teknologi, akses pembiayaan, keberlanjutan, manajemen krisis, dan ekspor.

Dengan pendekatan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya di pasar lokal maupun global.

"Digitalisasi bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga tentang meningkatkan daya saing dan membuka pasar," kata Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Pelaku UMKM diharapkan memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan dan peluang digital melalui pelatihan dan pendampingan yang berkualitas.

Program Perintis Berdaya juga sejalan dengan arah kebijakan nasional seperti Asta Cita No. 3, RPJMN 2025–2029, dan Perpres 146/2024 yang menugaskan Kemenko PM sebagai koordinator lintas sektor dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Kemenko PM menggandeng berbagai pihak untuk menyusun pelatihan digital yang relevan, termasuk mitra strategis dari sektor swasta.

Baca Juga: APBD Dinilai Gubernur Jawa Barat Bukan Kitab Suci, Dedi Mulyadi: Lamun Warga Imahna Rugrug Nyebutkeun Can Aya Anggaran, Ari Jalan-jalan Marangkat Wae

Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa pelaku UMKM memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan dan peluang digital.

Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya inklusi sosial dalam kebijakan pemberdayaan, dengan memperhatikan pelaku usaha informal, perempuan, penyandang disabilitas, dan pekerja migran.

Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan pemberdayaan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Program Perintis Berdaya diharapkan dapat menjangkau 35 persen UMKM yang belum optimal menggunakan teknologi, sehingga dapat meningkatkan literasi pemasaran digital dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan adanya program ini, diharapkan para wirausaha dapat berkembang lebih pesat dan berdaya saing tinggi, serta mampu menghadapi tantangan di era digital.

Program ini dirancang sebagai wadah strategis yang menyatukan berbagai elemen penting dalam satu ekosistem terintegrasi, termasuk inovasi, akses permodalan, literasi digital, dan peluang pasar.

Kemenko PM juga menyelenggarakan uji publik Program “Berdaya Bersama – Standarisasi Pendampingan dan Pelatihan Usaha Masyarakat” sebagai bagian dari Program Perintis Berdaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui lima pilar utama.

Selain itu, tujuan program adalah untuk menciptakan ruang digital yang menarik, tetapi juga aman, moral, dan produktif.

Terkait Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, sebelumnya Kemenkominfo telah meluncurkan empat modul literasi digital yang meliputi Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Cakap Bermedia Digital.

Dengan peluncuran Program Perintis Berdaya, Kemenko PM menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi digital dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. (***)

Penulis : Shlihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak

Editor : Yosep Awaludin
#Kemenko PM #pelaku umkm #literasi digital