Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Terus Lakukan Pengembangan, Kali Ini Meta Luncurkan AI untuk Robotika hingga Mobil Swakemudi

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 16 Juni 2025 | 04:05 WIB
Chief AI Scientist Meta, Yann LeCun
Chief AI Scientist Meta, Yann LeCun

RADAR BOGOR – Meta kembali memperkuat posisinya dalam perlombaan akal imitasi (AI) global dengan meluncurkan model V-JEPA 2.

Teknologi ini memungkinkan mesin seperti robot pengantar barang dan mobil swakemudi mengambil keputusan secara lebih manusiawi melalui pemahaman spasial dan memprediksi gerakan objek secara akurat.

Berbeda dengan model bahasa besar (large language model/LLM) seperti ChatGPT yang unggul dalam memahami dan menghasilkan bahasa alami, V-JEPA 2 difokuskan untuk memungkinkan mesin memahami lingkungan 3D serta hubungan sebab-akibat di dunia nyata.

”Membuat mesin mampu memahami dunia fisik sangat berbeda dengan membuatnya memahami bahasa,” kata Chief AI Scientist Meta, Yann LeCun.

Meta menjelaskan bahwa V-JEPA 2 mampu mengenali prinsip dasar fisika.

Seperti memahami bahwa bola yang menggelinding dari tepi meja akan jatuh atau suatu objek yang keluar dari bidang pandang tidak serta-merta dianggap hilang, melainkan tetap eksis di lokasi sebelumnya.

CEO Meta Mark Zuckerberg memang terus mengarahkan fokus perusahaannya ke pengembangan AI di tengah persaingan ketat dengan OpenAI, Google, dan Microsoft.

Meta diklaim menggelontorkan dana USD 14 miliar (Rp 227,3 triliun) untuk berinvestasi di Scale AI, sekaligus merekrut CEO-nya, Alexandr Wang, guna memperkuat strategi jangka panjang perusahaan.

Pesaing Kembangkan Model Serupa

Model seperti V-JEPA 2 dinilai berpotensi menciptakan sistem yang tidak hanya responsif, melainkan juga proaktif.

Sejumlah pesaing utama, seperti Google DeepMind, juga tengah mengembangkan model serupa.

Model bernama Genie itu diklaim mampu menyimulasikan lingkungan permainan dan ruang tiga dimensi secara langsung (real-time).

Dengan pendekatan baru ini, Meta berharap dapat memperluas batas kemampuan AI dari sekadar memproses bahasa menjadi memahami realitas secara menyeluruh.

Langkah ini menandai fase baru dalam evolusi AI yang tidak hanya bisa berbicara seperti manusia, melainkan juga berpikir dan bertindak dalam dunia nyata. (din/dns)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#meta #robot #mobil swakemudi