Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo Optimis Kinerja Investasi Q1-2025 Mampu Genjot Ekonomi Nasional, Simak Para Penyumbangnya

Tegar Widya Utomo • Rabu, 2 Juli 2025 | 07:22 WIB
Investasi RI Q1-2025 tumbuh 15,9 persen.
Investasi RI Q1-2025 tumbuh 15,9 persen.

RADAR BOGOR - Kinerja investasi Indonesia di awal tahun 2025 menunjukkan tren positif yang sejalan dengan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo.

Dalam Triwulan I 2025, realisasi investasi yang tumbuh signifikan menjadi bukti bahwa strategi pembangunan yang diusung oleh Presiden Prabowo mulai menunjukkan dampak nyata, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total serapan tenaga kerja langsung pada periode ini mencapai 594.104 orang.

Peningkatan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor industri dan hilirisasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, serapan tenaga kerja meningkat sebesar 8,5 persen, yang menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia semakin membaik di bawah pemerintahan baru.

Dikutip Radar Bogor dari bkpm.go.id pada 1 Juli 2025, menurut Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, pertumbuhan investasi pada kuartal pertama tahun ini mencapai 15,9 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kalau lihat trennya sangat baik. Angka ini adalah peningkatan signifikan. Hal tersebut kami lihat dari appetite yang masuk dan realisasi investasi yang terus berjalan. InsyaAllah angka tersebut bisa kita capai,” jelas Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers, dikutip dari situs bkpm.go.id, Senin (1/7/2025).

Tiga sektor usaha menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi pada Triwulan I 2025:

1. Manufaktur: Rp 67,3 triliun

2. Transportasi dan Telekomunikasi: Rp 66,5 triliun

3. Pertambangan: Rp 8,6 triliun

Data ini memperlihatkan bahwa sektor strategis yang menjadi fokus hilirisasi mendapat perhatian serius dari investor, baik dalam negeri maupun asing.

Salah satu pencapaian penting lainnya adalah sebaran investasi yang lebih merata. Nilai investasi di luar Pulau Jawa tercatat mencapai Rp 235,9 triliun atau 50,7 persen dari total investasi nasional.

Angka ini mengungguli Pulau Jawa yang mencatat investasi sebesar Rp 229,3 triliun atau 49,3 persen.

Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu wilayah unggulan dengan realisasi investasi mencapai Rp32,7 triliun.

Pertumbuhan investasi di luar Jawa mencapai 17,4 persen, mengindikasikan keberhasilan pemerataan pembangunan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Secara keseluruhan, realisasi investasi terdiri dari:

1. Penanaman Modal Asing (PMA): Rp 230,4 triliun (49,5 persen)

2. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp 234,8 triliun (50,5 persen)

Keseimbangan antara PMA dan PMDN ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari investor domestik maupun internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Realisasi investasi sektor hilirisasi pada Triwulan I 2025 mencapai Rp 136,3 triliun atau 29,3 persen dari total investasi.

Sektor mineral menyumbang paling besar dengan nilai Rp 97,6 triliun, disusul perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 31,12 triliun, migas Rp 6,55 triliun, serta perikanan dan kelautan sebesar Rp 1,03 triliun.

Negara-negara yang menjadi investor utama di Indonesia antara lain:

- Singapura

- Hong Kong

- Tiongkok

- Malaysia

- Jepang

Pemerintah menargetkan total investasi sebesar Rp 1.905,6 triliun di tahun 2025, naik 11,13 persen dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 1.714,2 triliun.

Target tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3 persen.

Langkah-langkah reformasi struktural yang terus didorong oleh pemerintahan Presiden Prabowo menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja, optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia kian menguat. ***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#indonesia #investasi #Presiden Prabowo