RADAR BOGOR – Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bogor belum beranjak jauh dari angka lima persen yang mana sepanjang 2024 tercatat 5,15 persen atau hanya sedikit di atas capaian nasional dan Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 5 persen.
Meski tergolong stabil, angka tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab target jangka panjang pembangunan ekonomi daerah untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan perlunya strategi ekstra untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.
“Ini bagian dari langkah recovery dan reborn ekonomi Kota Bogor pasca Covid-19,” ujar Kepala Bapperida Kota Bogor Rudy Mashudi.
Menurut Rudy, ada empat faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di antaranya konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor-impor.
Dari sisi konsumsi, Rudy berharap transaksi di masyarakat terus bergerak sebab, perputaran uang di tingkat warga menjadi salah satu penopang utama laju pertumbuhan.
“Kondisi ekonomi yang baik akan membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya dan menjaga daya beli,” kata Rudy.
Di sisi lain, belanja pemerintah juga berperan besar dalam mendorong roda ekonomi, dengan adanya efisiensi dan realokasi anggaran, dampak belanja publik diharapkan bisa lebih terasa.
“Ini juga jadi cara kita untuk menjaga agar belanja pemerintah tepat sasaran dan berpengaruh langsung ke ekonomi daerah,” jelasnya.
Sektor investasi juga menjadi perhatian khusus, Pemkot Bogor membuka pintu lebar untuk masuknya modal dari luar yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
“Kita butuh investasi untuk dorong lapangan kerja dan menambah produktivitas ekonomi Kota Bogor,” tegas Rudy.
Meski begitu, target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2030 yang dipatok 8 persen dinilai tidak mudah dicapai.
Rudy menyebut perlu strategi bertahap dan kerja ekstra keras untuk mendekati angka tersebut.
“Butuh upaya besar dan terencana untuk bisa mengangkat ekonomi sampai ke sana,” tambahnya.
Apalagi, lanjut dia, tantangan eksternal seperti perang Rusia-Ukraina dan konflik Palestina-Israel turut memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi global dan nasional.
“Eskalasi global itu juga punya dampak ke daerah, termasuk Kota Bogor,” ujarnya.
Untuk itu, Pemkot Bogor membidik angka pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis dalam jangka pendek, yakni mendekati 6 persen. Angka itu ditargetkan hingga akhir tahun 2025 mendatang.
“Salah satu caranya dengan terus memberikan kemudahan investasi di Kota Bogor,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Eka Rahmawati