Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dengan Dukungan Pembiayaan BRI, UMKM dari Wilayah Kepulauan ini Berhasil Menjadi Pemasok Program MBG

Yosep Awaludin • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:27 WIB
Jane Katang, seorang pelaku usaha dari Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara yang mendapat pembiayaan dari BRI
Jane Katang, seorang pelaku usaha dari Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara yang mendapat pembiayaan dari BRI

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan pelaku UMKM hingga ke daerah kepulauan.

Jane Katang, seorang pelaku usaha dari Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, adalah salah satu penerima manfaat pembiayaan produktif BRI.

Jane adalah pemilik bisnis sembako Aiko Maju, yang sekarang menjadi pemasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk rumah-rumah umum.

Jane pernah memiliki bisnis percetakan dan rumah makan. Dalam pengembangan bisnisnya, ia mendirikan Aiko Maju, sebuah toko sembako.

Aiko Maju memiliki kesempatan untuk menjadi pemasok bahan baku untuk mendukung dapur umum yang digunakan oleh ratusan sekolah di Siau saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai.

Jane mengatakan bahwa seiring dengan peningkatan kebutuhan di industri, dia lebih terlibat dalam rantai pasokan program MBG.

“Awalnya saya hanya menyuplai bahan pokok seperti beras dan telur, tapi kebutuhan terus meningkat, jadi saya inisiatif ajukan KUR ke BRI, supaya usaha saya bisa memenuhi permintaan dan program tetap berjalan,” katanya.

Dengan dukungan BRI, Aiko Maju sekarang menjadi pemasok dapur umum MBG di wilayah Siau. Mereka menjangkau lebih dari 2.400 siswa dari 154 sekolah mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK.

Kesuksesan ini menunjukkan bahwa kerja sama antara bisnis kecil dan menengah (UMKM) dan lembaga keuangan seperti BRI dapat memiliki efek sosial yang berkelanjutan.

Jane menambahkan bahwa jarak dan ketersediaan komoditas segar merupakan masalah lain untuk memasok makanan di daerah kepulauan.

Meskipun Anda sekarang dapat mendapatkan salak dari Siau, Anda masih harus mendapatkan buah lain dari luar pulau.

"Saya mengambil banyak buah-buahan dari Kota Manado karena belum tersedia di sini. Tantangannya, jika telat sedikit rusak, jadi saya harus benar-benar mempertimbangkan jadwal kapal dan daya tahan stok," tuturnya.

"Ini menjadi bagian dari tanggung jawab saya supaya dapur bisa terus berjalan dan anak-anak tetap dapat gizi lengkap. Sementara untuk bahan baku lain seperti sayur-sayuran dan ikan, saya beli langsung dari pasar Siau," ujarnya.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyatakan bahwa BRI berkomitmen untuk meningkatkan peran UMKM melalui pembiayaan dan partisipasi aktif dalam program pemerintah yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Rantai pasokan yang mampu menjamin kesinambungan pasokan dalam jumlah dan standar yang memadai diperlukan untuk program MBG.

Seperti yang ditunjukkan oleh upaya Aiko Maju, pebisnis UMKM memiliki kemampuan untuk menangani tantangan dengan profesionalisme, bahkan dalam situasi geografis yang sulit.

Hendy menyimpulkan bahwa dukungan terhadap Aiko Maju menunjukkan strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung keberhasilan program strategis. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #sulawesi utara