Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengusaha Pakan Ternak Asal Ponorogo Buktikan KUR BRI Bisa Membuat Usaha Berkembang, Simak Kisahnya

Eka Rahmawati • Minggu, 3 Agustus 2025 | 11:51 WIB
Pengusaha pakan ternak asal Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur membuktikan bahwa KUR BRI menjadi jalan menuju kesuksesan.
Pengusaha pakan ternak asal Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur membuktikan bahwa KUR BRI menjadi jalan menuju kesuksesan.

RADAR BOGOR – Inilah kisah pengusaha asal Ponorogo Jawa Timur, Tommy Wavolta yang sukses menjalankan usaha di bidang pakan ternak.

Dengan tekad kuat dan kepercayaan terhadap pendanaan dari perbankan, Tommy warga Dukuh Jetis Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Ponorogo mampu membuktikan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bisa menjadi jalan menuju kesuksesan.

Tommy dan sang istri, Dwi Eli Ernawati menakhodai usaha pakan ternak Dara Farm yang berhasil menyuplai kebutuhan peternak sampai ke luar daerah.

Kisah Tommy berawal pada 2018 ia ingin memulai usaha mandiri tetapi keterbatasan modal menjadi penghalang.

Kesempatan pun datang ketika saat ia mengenal KUR dari BRI dan dengan keberanian, mengajukan pinjaman.

Nah modal itulah yang menjadi titik awal kesuksesan Tommy dalam menjalankan usahanya hingga banyak dikenal.

“Waktu awal saya benar-benar nggak punya modal, padahal kepengin punya usaha sendiri, hingga akhirnya saya diperkenalkan dengan KUR BRI,” kenang Tommy dalam siaran pers BRI, Minggu, 3 Agustus 2025.

Selain menjalankan usaha pakan ternak ia juga menjajaki bisnis gas elpiji yang sampai saat ini masih berjalan serta peternakan ayam jawa super yang sudah berjalan hampir 5 tahun. Tommy kemudian melihat peluang lebih besar di sektor peternakan lainnya yakni pakan ternak.

Dari peluang lainnya itu, pada 2021 Tommy pun memutuskan beralih mengembangkan usaha peternakan kambing dimulai dari 4 ekor sebagai sarana belajar tentang perawatan kambing dan saat ini jika ditotal mencapai hampir 60 ekor.

Seiring berjalannya waktu Tommy menghadapi tantangan terkait ketersediaan pakan yang memadai dan terjangkau.

“Pelihara kambing makin banyak, pakan makin susah jadi saya kepikiran bikin pakan sendiri,” ungkap Tommy.

Bersama sang istri, Tommy pun mulai melakukan eksperimen dengan membuat pakan ternak dengan bahan bakunya berasal dari limbah industri pangan seperti ampas tahu press yang mereka datangkan dari Bekasi, serta onggok atau gamblong dari Lampung dan bahan lainnya yang didatangkan dari Jawa Timur.

Onggok merupakan limbah pengolahan tepung tapioka yang kaya karbohidrat yang cocok untuk pakan ternak.

“Sekali datangkan onggok dari Lampung bisa sampai 35 ton dan dalam sebulan dua kali pengiriman, ampas tahu juga sebulan sampai 25 ton,” ujarnya.

Selain bahan baku tersebut, Tommy juga mendatangkan bahan pakan dari limbah produksi dari wilayah Jawa Timur hingga mencapai 20 ton per bulan yang mana hasil olahan Dara Farm saat ini menjadi andalan banyak peternak di Ponorogo, Madiun sampai ke Pacitan.

Pakan buatan Tommy bisa dipakai untuk berbagai jenis ternak, mulai unggas, kambing, domba hingga sapi.

Produksi pakan rata-rata mencapai 15 ton per bulan dan didukung oleh dua karyawan tetap serta tenaga lepas jika volume kerja meningkat, terutama saat bongkar muat bahan baku.

Selain memproduksi pakan fermentasi, Tommy juga menanam rumput gajah dan hijauan pakan ternak lainnya untuk memenuhi kebutuhan hijauan dan sampai menjualnya untuk memenuhi permintaan dari peternak di sekitar Ponorogo.

Lewat kerja keras dan dukungan modal KUR BRI, Dara Farm kini tumbuh menjadi usaha terpadu yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus limbah pangan dari luar daerah.

“Tanpa KUR BRI, saya mungkin tidak bisa memulai usaha. Pinjaman itu yang membantu saya berani melangkah,” jelas Tommy yang bercita-cita memiliki pabrik pakan ternak dengan brand sendiri agar bisa menjangkau pasar lebih luas.

“Saya ingin punya brand pakan sendiri, biar produk Dara Farm makin dikenal,” sambungnya penuh semangat.

Kisah perjalanan Tommy Wavolta asal Ponorogo Jawa Timur menjadi bukti nyata bagaimana KUR BRI bukan sekadar pinjaman, tetapi bisa jadi pintu menuju sukses.

Berawal dari keterbatasan modal, Tommy pun kini menjadi salah satu pengusaha pakan ternak yang diperhitungkan di Ponorogo dan sekitarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Semakin luasnya akses pembiayaan melalui KUR maka semakin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Sampai akhir Triwulan II tahun 2025, BRI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp83,88 triliun, atau setara 47,93% dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan, KUR BRI pun terus didorong sebagai solusi keuangan bagi pengusaha UMKM dalam memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#kur #bri