Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Inspiratif UMKM Go Digital dan Raih Omset Menggiurkan Berkat Rumah BUMN Binaan BRI

Eka Rahmawati • Minggu, 10 Agustus 2025 | 10:49 WIB
Para UMKM yang mendapat dukungan program Rumah BUMN.
Para UMKM yang mendapat dukungan program Rumah BUMN.

RADAR BOGOR - Inilah peran Rumah BUMN binaan BRI yang berhasil mengubah nasib para UMKM Go Digital dan mendapat omset menggiurkan.

Kisah ini datang dari Widya Purnama Sari, sosok mantan karyawan itu sukses menjalani peran baru sebagai pengusaha UMKM berkat program Rumah BUMN.

Widya adalah Pemilik Kreasi Nyobi, olahan pempek ikan tenggiri berkualitas tinggi dan usahanya sudah dimulai pada 2020.

Berangkat dari latar belakang sang suami yang memang telah lama berkecimpung sebagai supplier produk perikanan, awalnya pempek hasil olahan Widya hanya dijual kepada teman-teman dekat. Seiring berjalannya waktu berkat ketekunan dan eksperimen resep selama hampir satu tahun, kini produknya semakin dikenal luas.

"Saat itu hanya coba-coba saja karena memang sering lihat suami bawa bahan ikan, akhirnya saya coba olah, dan lama-lama ketemu resep yang cocok," ujar Widya.

Kemudian pada 2023, Widya mulai lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pelatihan dan program pendampingan yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas UMKM serta Rumah BUMN binaan BRI di Jakarta.

Lewat pelatihan-pelatihan tersebut, baik yang dilakukan secara daring maupun luring, Widya mendapat wawasan baru tentang pengelolaan bisnis, pemasaran digital, hingga legalitas produk.

Selain itu juga juga sukses membangun relasi dengan sesama pelaku usaha dan dukungan inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan performa bisnisnya, sehingga perlahan tapi pasti, usahanya menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Pelatihan itu hampir setiap hari ada, kadang online, kadang offline, kami diajarkan bikin akun e-commerce, TikTok, hingga bagaimana caranya ekspor, materi yang paling saya suka dan sangat membantu adalah yang tentang bagaimana berjualan di e-commerce, bagaimana mem-branding produk," kisah Widya.

Produk pempek olahan Widya ada dua kategori yakni frozen dan ready-to-eat, nah kebutuhan acara seperti catering, Widya menyediakan paket pondokan isi 3 pempek seharga Rp12.000. Sedangkan untuk penjualan reguler, harga per pempek berkisar Rp4.000, dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 pcs.

Tak hanya dipasarkan secara langsung dan melalui jaringan reseller yang ia temui saat mengikuti bazaar, pempek Widya juga kerap hadir di berbagai event yang diadakan oleh komunitas UMKM dan BUMN.

Kehadiran di event-event tersebut bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas jejaring bisnis termasuk yang dijalani oleh Widya.

Seiring perkembangannya, usaha pempek ini dijalankan oleh tim kecil berisi tiga orang di bagian produksi dan satu orang tambahan di bagian operasional dan dalam sebulan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp10-15 juta per bulan, meski semua masih diputar kembali sebagai modal usaha.

“Belum ambil keuntungan besar, masih putar modal semua tapi ke depannya saya ingin punya toko offline, cuma memang butuh dana yang cukup besar,” tambah Widya.

Melalui semangat pantang menyerah dan semangat belajar yang tinggi, Widya Purnama Sari membuktikan bahwa program Rumah BUMN binaan BRI efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro bahkan lebih kecil lagi sampai dengan level ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Sementara itu Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM. Hingga akhir Juni 2025, BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan.

Melalui Rumah BUMN, kata Hendy BRI tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pendampingan, tetapi juga membuka jalan bagi para pelaku usaha untuk naik kelas dan go digital.

"Kami percaya, semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang, maka akan semakin kuat pula fondasi perekonomian bangsa,” ujarnya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#bri #rumah BUMN