Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Beri Bukti Nyata Komitmen Keuangan Berkelanjutan, BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2025

Yosep Awaludin • Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:35 WIB
A. Solichin Lutfiyanto, Direktur Human Capital and Compliance BRI
A. Solichin Lutfiyanto, Direktur Human Capital and Compliance BRI

RADAR BOGOR—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus mempertahankan posisinya sebagai pelaku utama dalam pembiayaan berkelanjutan di industri keuangan nasional.

Kehati ESG Award 2025 menjadi ajang pengakuan terhadap komitmen BRI yang mengusung prinsip keberlanjutan jangka panjang.

Dalam acara yang diadakan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) itu, BRI dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori Issuer/Borrower dalam sektor pembiayaan utang dan proyek.

Terima kasih diberikan kepada institusi keuangan yang telah dievaluasi secara teratur untuk membangun sistem pembiayaan yang berpusat pada keberlanjutan dan memiliki pengaruh nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Jumlah dana wholesale yang dihimpun BRI melalui instrumen pembiayaan berbasis ESG mencapai Rp73,45 triliun hingga akhir Triwulan II 2025, atau 65,65% dari total pendanaan wholesale.

Sustainability Bond, Tiga Tahap Green Bond, Securities berdasarkan Inclusivity, Repo ESG, Sustainability Linked Loan, Social Loan, dan Social Bond termasuk dalam portofolio tersebut.

BRI mengikuti peraturan yang berlaku saat menerbitkan bon berbasis keberlanjutan. Ini termasuk POJK No. 60 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond), yang telah diperbarui oleh POJK No. 18 tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan.

BRI mengikuti peraturan penerbitan obligasi yang dikeluarkan oleh International Capital Market Association (ICMA). BRI memastikan penerbitan obligasi yang transparan dan akuntabel dengan mematuhi ketentuan dan standar yang berlaku.

Ini dimulai dengan pemilihan proyek yang didanai, pengelolaan hasil dana, dan pelaporan dampak yang diukur.

BRI menerbitkan laporan dampak setiap tahun yang menjelaskan bagaimana hasil penerbitan Green Bond didistribusikan melalui Laporan Keberlanjutan.

Pendanaan yang berhasil dikumpulkan BRI melalui Green Bond dialokasikan ke sektor Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), yang mencakup energi baru terbarukan dan pengelolaan lahan dan sumber daya hayati berkelanjutan.

Selain itu, penyaluran juga dilakukan melalui sektor sosial, yang berfungsi untuk mendorong pemberdayaan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Menurut laporan dampak tahun 2024, pembiayaan proyek energi terbarukan baru yang didukung BRI memiliki potensi untuk menghasilkan 5,6 juta megawatt jam energi terbarukan setiap tahun dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 3,9 juta ton CO2e setiap tahun.

Diperkirakan, distribusi Green Bond telah menciptakan lebih dari 21.500 pekerjaan baru di sektor UMKM.

BRI akan menerbitkan kembali instrumen berkelanjutan bernama Social Bond senilai Rp5 triliun pada tahun 2025. Kerangka sosial bond BRI menetapkan enam proyek yang dapat didanai.

Di antaranya adalah infrastruktur dasar yang terjangkau, akses ke layanan penting, perumahan yang terjangkau, penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan, dan kemajuan sosial-ekonomi.

Inisiatif penghimpunan dana berbasis keberlanjutan yang dijalankan BRI juga bertujuan untuk berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yang akan didistribusikan melalui pembiayaan kepada segmen UMKM.

khususnya Tujuan 7 Energi Bersih dan Terjangkau, Tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

A. Solichin Lutfiyanto, Direktur Human Capital & Compliance BRI, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen BRI untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam praktik bisnis yang berdampak langsung pada ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan merupakan bagian penting dari pengambilan keputusan strategis untuk seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan, bukan sebagai kewajiban.

Penghargaan ini menekankan peran BRI dalam mendukung praktik pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.

ESG dipandang bukan sebagai kewajiban, sebaliknya, sebagai kerangka transformasi yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan model bisnis dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

"Kami percaya bahwa hanya institusi yang mampu menempatkan keberlanjutan sebagai keunggulan strategis yang akan tetap relevan dalam dinamika industri keuangan global," tuturnya.

BRI menunjukkan konsistensi dalam memasukkan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap strategi bisnisnya dalam Indeks SRI-KEHATI. 

Sekaligus mengukuhkan peran strategisnya sebagai penggerak pertumbuhan inklusif yang selaras dengan upaya menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#KEHATI #Keuangan Nasional #bri