RADAR BOGOR - Bitcoin (BTC) telah menjadi instrumen investasi digital paling populer di dunia.
Seiring perkembangan ekosistem crypto, lahir berbagai produk turunan yang memberikan fleksibilitas lebih bagi para trader.
Bitcoin Perpetual Futures, yang sering disebut sebagai Bitcoin perpetual, adalah salah satu produk yang saat ini sangat diminati.
Instrumen ini menawarkan peluang keuntungan baik saat harga Bitcoin naik maupun turun, sehingga diminati oleh investor ritel maupun institusional.
Platform perdagangan yang memiliki fasilitas perpetual sebagian besar adalah bursa yang terkenal dan besar.
Perdagangan futures perpetual, juga dikenal sebagai futures Binance, sudah diterima oleh platform besar di seluruh dunia seperti Binance.
Di Indonesia, ada beberapa platform yang mendukung trading futures crypto yang cocok untuk trader profesional. Pintu Futures dan beberapa platform crypto lainnya menawarkan leverage dan fitur charting yang lengkap.
1. Apa Itu Bitcoin Perpetual?
Bitcoin Perpetual adalah kontrak derivatif yang memungkinkan trader berspekulasi mengenai harga Bitcoin tanpa memiliki aset dasarnya.
Berbeda dengan kontrak futures tradisional yang memiliki tanggal kadaluarsa, kontrak perpetual tidak memiliki batas waktu. Trader bisa mempertahankan posisinya selama margin mencukupi.
Kelebihan utama Bitcoin Perpetual antara lain:
a. Tidak ada tanggal jatuh tempo
b. Fleksibilitas long atau short
c. Leverage tinggi (hingga 100x di beberapa bursa)
d. Likuiditas besar berkat tingginya volume perdagangan
2. Tren Bitcoin Perpetual Menjelang 2025
Beberapa tren yang mendorong pertumbuhan Bitcoin Perpetual di tahun 2025:
a. Meningkatnya Minat Institusi
Institusi keuangan besar mulai masuk ke derivatif crypto. Seiring meningkatnya kepercayaan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai, Bitcoin Perpetual digunakan untuk hedging dan strategi leverage.
b. Inovasi Bursa Crypto
Bursa besar seperti Binance, Bybit, OKX, dan Bitget terus meningkatkan likuiditas serta menghadirkan fitur baru seperti copy trading, AI trading bots, hingga perpetual cross-asset. Hal ini membuat akses Bitcoin Perpetual semakin luas.
Di Indonesia, Pintu Futures hadir sebagai alternatif perdagangan perpetual futures dengan kelebihan antara lain adalah tampilan aplikasi sangat sederhana dan ramah pengguna.
Kemudian menyediakan lebih dari 320 aset crypto, dilengkapi dengan fitur charting, futures dengan leverage 25x, limit order, stop order, margin trading.
c. Volatilitas Bitcoin
Bitcoin tetap dikenal dengan volatilitas tinggi. Kondisi ini justru menguntungkan trader Bitcoin Perpetual yang bisa memanfaatkan pergerakan harga, baik naik maupun turun.
d. Regulasi yang Lebih Jelas
Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga Asia, mulai merancang regulasi derivatif crypto.
Tahun 2025 diperkirakan menjadi momentum bagi legalitas Bitcoin Perpetual untuk semakin diterima secara global.
3. Prediksi Bitcoin Perpetual di Tahun 2025
Untuk melihat potensi Bitcoin Perpetual di tahun 2025, ada beberapa skenario yang bisa dipertimbangkan:
a. Skenario Bullish
Jika harga Bitcoin mampu menembus level baru, misalnya di atas USD 120.000 – 150.000, maka volume perdagangan Bitcoin Perpetual diprediksi melonjak drastis.
Trader akan lebih aktif memanfaatkan leverage, dan bursa crypto akan mengalami peningkatan pendapatan dari fee.
b. Skenario Netral
Jika harga Bitcoin stagnan di kisaran USD 70.000 – 100.000, Bitcoin Perpetual tetap akan ramai diperdagangkan.
Trader akan fokus pada swing trading dan strategi scalping untuk memanfaatkan volatilitas kecil.
c. Skenario Bearish
Jika Bitcoin mengalami penurunan di bawah USD 50.000, maka Bitcoin Perpetual tetap menjadi instrumen utama bagi trader yang melakukan shorting.
Justru pada saat bearish, kontrak perpetual seringkali lebih aktif karena trader mencari keuntungan dari penurunan harga.
4. Potensi Bitcoin Perpetual di Tahun 2025
a. Volume Perdagangan yang Meningkat
Menurut data historis, lebih dari 70% volume derivatif crypto berasal dari kontrak perpetual.
Dengan adopsi Bitcoin yang semakin masif, 2025 bisa menjadi tahun di mana volume Bitcoin Perpetual menembus rekor tertinggi.
b. Integrasi dengan Keuangan Tradisional
Institusi keuangan tradisional diperkirakan akan lebih banyak menawarkan produk derivatif berbasis Bitcoin, termasuk perpetual, kepada klien mereka. Hal ini akan meningkatkan legitimasi pasar.
c. Inovasi Teknologi
Penggunaan DeFi perpetual exchange berbasis blockchain, seperti dYdX dan GMX, akan semakin berkembang.
Teknologi ini memungkinkan perdagangan Bitcoin Perpetual tanpa perantara, transparan, dan lebih aman.
d. Hedging untuk Miner dan Investor
Para penambang Bitcoin (miner) kemungkinan menggunakan Bitcoin Perpetual untuk melindungi aset mereka dari fluktuasi harga. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap kontrak perpetual.
5. Analisis Teknikal
A. Level Resistance & Prospek Kenaikan
- Secara teknikal, jika Bitcoin berhasil menembus resistance di $88.000–$88.800, ada potensi rally menuju $95.900, dan bisa menembus $100.000
- Elliott Wave analysis menyatakan potensi rentang harga antara $77.000- $125.000, tergantung pada kebijakan Presiden AS saat itu. (sumber: MarketWatch)
B. Risiko Remedy Penurunan Jangka Pendek
10X Research memperingatkan kemungkinan penurunan ke sekitar $73.000, menyamakan pola teknikal ini dengan akhir bull run sebelumnya, nilai supportnya dianggap lemah. (sumber: investors)
C. Volatilitas dan Skew Implied Volatility
Realized volatility menurun usai rekor harga pada Mei 2025 (~$111.970), menghasilkan penurunan implied volatility jangka pendek dan perubahan term structure yang condong bullish skew ke opsi call terlihat jelas. (sumber: Blockscholes)
D. Open Interest & Volume Pasar
- Open interest perpetual swap meningkat signifikan saat rally pada Mei 2025, khususnya di Bybit: mencapai $11,1 miliar, meski volume perdagangan harian turun setelah harga sideways. (sumber: Blockscholes)
- Namun, terjadi penurunan open interest ~ 35% dalam dua bulan setelah puncak harga Januari, batas spekulasi melemah di market. (sumber: Reddit)
E. Sentimen Derivatif dan Alokasi Strategis Basis Lokal
- Pada Maret 2025, sentimen pasar opsi di Indonesia menunjukkan put/call ratio sekitar 0,72, artinya call (bullish) lebih banyak, namun masih ada hedging di rentang Rp 1,22–1,395 miliar ($75k–85k). (sumber: Pintu)
- Data harga harian Februari 2025 juga menunjukkan konsolidasi di kisaran Rp 95k–98k, zona penting support dan resistance aktif antara level Rp 93–100 ribuan, dengan RSI ~52 dan MACD menunjukkan potensi bearish crossover
6. Tantangan Bitcoin Perpetual
Meski potensinya besar, Bitcoin Perpetual juga memiliki sejumlah tantangan:
a. Risiko likuidasi akibat leverage tinggi
b. Manipulasi pasar karena dominasi whale atau bursa tertentu
c. Regulasi ketat di beberapa negara yang membatasi derivatif crypto
d. Kurangnya edukasi bagi trader pemula yang belum memahami risiko margin trading
7. Strategi Menghadapi Pasar Bitcoin Perpetual 2025
Bagi trader yang ingin memanfaatkan potensi Bitcoin Perpetual di tahun 2025, beberapa strategi yang bisa digunakan:
a. Manajemen Risiko Ketat – Batasi leverage dan gunakan stop loss untuk menghindari kerugian besar.
b. Diversifikasi Strategi – Gabungkan posisi long dan short sesuai tren pasar.
c. Analisis Teknikal dan Fundamental – Gunakan indikator seperti RSI, MACD, dan analisis sentimen pasar Bitcoin.
d. Memanfaatkan AI Trading & Copy Trading – Banyak bursa kini menyediakan fitur otomatisasi untuk memaksimalkan peluang.
e. Update Regulasi Global – Memahami regulasi di negara masing-masing sangat penting untuk menghindari masalah hukum.
Tahun 2025 diperkirakan menjadi momentum besar bagi perkembangan Bitcoin Perpetual.
Dengan meningkatnya harga Bitcoin, adopsi institusional, inovasi bursa, hingga regulasi yang semakin jelas, Bitcoin Perpetual memiliki potensi menjadi salah satu instrumen derivatif terbesar di dunia.
Namun, peluang ini juga disertai risiko besar, terutama bagi trader yang menggunakan leverage tinggi tanpa manajemen risiko yang baik.
Edukasi, strategi matang, dan pemahaman regulasi akan menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin meraih keuntungan dari Bitcoin Perpetual di tahun 2025.
Dengan kombinasi antara peluang besar dan risiko tinggi, Bitcoin Perpetual tetap akan menjadi magnet bagi trader profesional maupun pemula.
Tahun 2025 bisa menjadi era di mana Bitcoin Perpetual semakin diakui sebagai instrumen penting dalam ekosistem keuangan global.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi.
Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (***)