Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

bank bjb Perkuat Dukungannya pada Proyek Kimia Strategis Rp600 Miliar dengan Bank Victoria

Yosep Awaludin • Selasa, 2 September 2025 | 11:43 WIB

Jajaran Direksi Perbankan Peserta Sindikasi, Manajemen HPI, dan Pemegang Saham menghadiri penandatanganan perjanjian di T-Tower bank bjb pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Jajaran Direksi Perbankan Peserta Sindikasi, Manajemen HPI, dan Pemegang Saham menghadiri penandatanganan perjanjian di T-Tower bank bjb pada Selasa, 26 Agustus 2025.


RADAR BOGOR - bank bjb terus berpartisipasi aktif dalam pembiayaan berskala besar untuk mendukung pertumbuhan industri strategis.

Sebagai bank terbesar di Jawa Barat dan Banten, bank bjb melakukan tindakan penting dengan bekerja sama dengan lembaga pembiayaan lain untuk mendukung proyek yang sangat penting bagi kemandirian industri nasional.

Kehadiran bank bjb sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) dalam fasilitas kredit sindikasi untuk PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI) adalah bukti konkret dari langkah ini.

bank bjb memimpin struktur pembiayaan koordinasi antar kreditur dan memastikan kelancaran penyaluran fasilitas kredit untuk pembangunan pabrik hidrogen peroksida di Kabupaten Serang, Banten, bersama Bank Victoria sebagai Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner.

Jajaran Direksi Perbankan Peserta Sindikasi, Manajemen HPI, dan Pemegang Saham menghadiri penandatanganan perjanjian di T-Tower bank bjb pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Perwakilan dari bank bjb, Angga Estrio Pratama, yang bertugas sebagai Pemimpin Divisi Korporasi, dan perwakilan dari Bank Victoria, Mira Christiana, yang bertugas sebagai SEVP Bisnis, hadir dalam acara tersebut.

bank bjb hadir dalam sindikasi ini untuk menunjukkan bahwa peran bank daerah semakin berkembang dalam proyek strategis berskala nasional.

Selain berfokus pada pembiayaan regional, bank bjb menunjukkan kemampuan untuk membantu sektor riil yang menghasilkan nilai tambah tinggi bagi ekonomi.

Jumlah total yang disepakati untuk fasilitas kredit sindikasi mencapai Rp600 miliar, dan delapan bank berpartisipasi dalam program ini, dengan Bank Victoria memberikan kontribusi sebesar Rp200 miliar dan Bank Sinarmas sebesar Rp100 miliar.

Selanjutnya, Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank Sulselbar, Bank INA Perdana, dan OK Bank masing-masing memberikan Rp50 miliar masing-masing, termasuk kontribusi bank bjb sebesar Rp50 miliar.

Fasilitas kredit ini diberikan dengan jangka waktu sembilan puluh bulan, atau sekitar tujuh setengah tahun, termasuk masa tenggang.

Struktur pembiayaan jangka panjang ini menunjukkan keyakinan perbankan nasional terhadap prospek industri kimia dasar Indonesia.

Karena menyentuh kebutuhan utama berbagai industri, pembangunan pabrik hidrogen peroksida PT HPI memiliki nilai strategis tinggi.

Hidrogen peroksida banyak digunakan di bidang seperti pulp dan kertas, tekstil, farmasi, pertambangan mineral, dan elektronik.

Saat ini, sebagian besar kebutuhan hidrogen peroksida Indonesia dipenuhi melalui impor. Namun, dengan pembentukan pabrik di Serang, Indonesia akan memiliki kapasitas produksi 100% 20.000 MTPA (Metric Tons Per Annum) H2O2 di dalam negeri, yang akan membuatnya lebih tidak bergantung pada pasokan luar negeri.

Sekitar 70% produksi pabrik dikirim ke pasar domestik, sementara 30% dikirim ke pasar ekspor. Metode ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tetapi juga menghasilkan devisa dengan memasuki pasar internasional.

Industri kimia dasar, yang mendukung berbagai sektor hilir manufaktur, tetap mandiri berkat keberadaannya.

Kontraktor internasional Nuberg Engineering India Ltd.—dengan dukungan teknologi dari Nuberg Sweden—dikontrak untuk membangun pabrik ini.

Jaminan kualitas dan standar produksi yang kompetitif di tingkat global diberikan oleh kehadiran mitra teknologi global.

Proyek ini diperkirakan akan meningkatkan daya saing industri dan memiliki efek ekonomi ganda. Selama tahap konstruksi proyek, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja lokal. Namun, selama fase operasional, lapangan kerja tetap dan rantai pasokan lokal akan berkembang.

Selain itu, diharapkan bahwa pembuatan hidrogen peroksida di Serang akan mendorong pengembangan wilayah industri kimia di Banten.

Karena keberadaannya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan meningkat dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui keterlibatannya sebagai JMLA, bank bjb menunjukkan konsistensi strategi untuk meningkatkan portofolio pembiayaan produktif.

Rekomendasi regulator mendorong perbankan nasional untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan sektor riil.

Baca Juga: Nyawa Tidak Bisa Digantikan dengan Rumah, Mendagri Tito Karnavian : Pemerintah Hadir dan Penegakan Hukum yang Transparan

Dalam kredit sindikasi ini, kerja sama lintas bank menunjukkan kekuatan sektor perbankan nasional.

Kapasitas bank daerah untuk berpartisipasi dalam proyek lintas wilayah ditunjukkan oleh keberadaan bank daerah seperti Bank Nagari, Bank Sulselbar, Bank Kalimantan Tengah, dan bank bjb.

Keberadaan bank bjb sebagai bagian dari sindikasi tidak hanya memberikan dukungan dari sisi pembiayaan, tetapi juga memperkuat reputasi perbankan daerah sebagai organisasi yang dapat bersaing dengan bank nasional. Ini adalah bukti nyata transformasi perbankan daerah menuju kelas yang lebih tinggi.

Budiarto Boentaran, Direktur Utama PT Sulfindo Adiusaha dan Pemegang Saham PT Hidrogen Peroxida Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang berpartisipasi dalam proses ini.

Keyakinan perbankan terhadap prospek industri bahan kimia dasar Indonesia terbukti dengan dukungan fasilitas kredit sindikasi ini.

bank bjb memiliki kemampuan sebagai arranger utama, seperti yang ditunjukkan oleh keberhasilan koordinasi sindikasi.

Selain itu, menunjukkan bahwa kerja sama antar institusi keuangan dapat menghasilkan solusi pembiayaan yang efektif.

Pabrik hidrogen peroksida Serang diharapkan dapat beroperasi penuh sesuai target dan memberikan kontribusi nyata untuk pertumbuhan industri nasional dengan dukungan pembiayaan yang solid.

Melalui tindakan ini, bank bjb menunjukkan posisinya sebagai penggerak pembangunan ekonomi dan pengembangan industri kimia dasar di Indonesia.

Serta memperkuat kemandirian pasokan bahan baku nasional. bank bjb terus memberikan nilai tambah kepada nasabah, pemegang saham, dan masyarakat umum. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bank bjb #industri nasional #proyek