Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Direktur Utama BRI Hery Gunardi Beberkan Strategi Keberhasilan Peningkatan Dana Murah

Eka Rahmawati • Rabu, 3 September 2025 | 10:45 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan strategi keberhasilan BRI.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan strategi keberhasilan BRI.

RADAR BOGOR - Direktur Utama BRI Hery Gunardi beberapa waktu lalu melakukan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta dan menyampaikan bahwa terus mendorong peningkatan dana giro dan tabungan untuk menjaga efisiensi biaya dana.

Dalam hal ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat fundamental bisnis dengan menekankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Fokus yang dilakukan BRI yakni pada penguatan dana murah (Current Account Savings Account/CASA) yang menjadi kunci menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih sehat bagi profitabilitas perusahaan secara jangka panjang.

Strategi BRI itu tampak dari semakin meningkatnya komposisi dana murah (CASA)T yang mana tercatat, sampai dengan akhir Juni 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 6,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.482,12 triliun.

Dari jumlah itu, porsi CASA mencapai 65,5 persen atau tumbuh double digit sebesar 10,6 persen yoy.

Hery menjelaskan komposisi tersebut menunjukkan strategi BRI yang konsisten dalam mendorong penghimpunan dana murah melalui optimalisasi alat transaksi atau transaction banking.

"Dengan CASA yang semakin dominan, biaya dana atau Cost of Fund (CoF) BRI dapat ditekan sehingga mendukung profitabilitas jangka panjang yang lebih baik,” ujar Hery dalam keterangannya. 

Akselerasi pertumbuhan dana murah yang positif tersebut kata Hery ikut ditopang oleh optimalisasi kanal digital yang terus mencatat kinerja impresif yang mana sampai Triwulan II 2025, BRImo sebagai super app andalan BRI mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik dari sisi jumlah pengguna maupun volume transaksi.

Bahkan jumlah pengguna BRImo meningkat 21,2 persen secara tahunan yoy menjadi 42,7 juta user, sementara volume transaksinya naik 25,5 persen yoy menjadi Rp3.231,7 triliun.

Lalu dari sisi merchant, transaksi bisnis melalui BRI juga mengalami peningkatan yang pesat dengan volume penjualan merchant naik 27,2 persen YoY menjadi Rp105,5 triliun, begitu pula jumlah transaksi melonjak 50,2 persen menjadi 308 juta transaksi.

Selain itu kinerja QRIS BRI juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan yang mana volume transaksi meningkat 142,9 persen YoY menjadi Rp37,2 triliun, dengan jumlah transaksi yang naik 162,5 persen menjadi 313,7 miliar transaksi.

“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” jelas Hery. 

Di sisi lain, upaya BRI untuk menekan biaya dana itu juga mendapat dukungan dari kondisi makro.

Ssejak Januari 2025, Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate sebesar 100 basis poin, dengan suku bunga acuan berada di level 5 persen pada Agustus 2025, yang diikuti penurunan suku bunga antar bank menjadi 4,68 persen per 20 Agustus 2025.

Menurut Hery penurunan suku bunga juga turut menekan biaya dana perbankan, mendukung efisiensi dan membuka ruang untuk ekspansi kredit. 

Editor : Eka Rahmawati
#bri #Hery Gunardi #Direktur Utama