Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program Pemberdayaan BRI Pengusaha Muda BRILiaN Antarkan UMKM Healthcare Ini Berkembang Makin Pesat

Eka Rahmawati • Rabu, 10 September 2025 | 09:28 WIB

 

UMKM Healthcare, salah satu yang mendapat layanan pemberdayaan BRI.
UMKM Healthcare, salah satu yang mendapat layanan pemberdayaan BRI.

RADAR BOGOR – Inilah kisah UMKM di bidang healthcare yang semakin berkembang berkat program pemberdayaan BRI Pengusaha Muda BRILiaN. 

Dia adalah Anita Hartono, yang sejak masa remaja mengalami keluhan tentang kesehatan tetapi justru menjadi titik balik baginya. 

Pentingnya menjaga kesehatan membuat Anita mulai menekuni cara memperkuat imun tubuh sekaligus menjaga keseimbangan bakteri baik hingga mempertemukannya dengan kombucha atau minuman hasil fermentasi teh yang kaya probiotik dan antioksidan.

Anita awalnya mengkonsumsi untuk kesehatan pribadi, tetapi seiring waktu ketertarikan itu berkembang menjadi sebuah inisiatif bisnis dengan merek Mambucha, yang saat ini sudah mengantongi sertifikasi BPOM dan Halal Indonesia.

Anita menjelaskan selama 25 tahun ia sudah mengonsumsi obat untuk mengatasi masalah pencernaannya dan pada 2021 seorang teman menyarankan agar dirinya melepaskan ketergantungan obat dan mencoba kombucha.

Awalnya Anita mengaku coba-coba, dan ternyata hasilnya sangat berkhasiat dengan rasa yang nikmat.

"Dari tahun itu juga, aku ingin banyak orang juga merasakan manfaat dari Kombucha,” kata Anita mengungkapkan pengalamannya.

Kombucha sendiri kata Anita merupakan minuman fermentasi tradisional yang telah dikonsumsi sejak lebih dari 2 ribu tahun lalu dan terbuat dari larutan teh hijau dan teh hitam yang difermentasi dengan kultur bakteri dan ragi, kombucha mengandung probiotik serta antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, kulit, dan pencernaan.

Bagi Anita, kualitas kombucha yang memberi sejuta manfaat hanya dapat dihasilkan dari proses pembuatan yang dilakukan dengan penuh integritas.

“Setiap botol kombucha yang baik dimulai dari niat untuk menghadirkan kebaikan alami secara konsisten dan bertanggung jawab,” jelas Anita.

Nilai itulah yang ia pegang teguh dalam setiap produk Mambucha yang dihadirkan ke pasar dan berkat konsistensinya menjaga kualitas produk, membuat banyak orang percaya dan tertarik, sehingga permintaan pun terus meningkat.

Nah untuk menjawab kebutuhan tersebut, kapasitas produksi pun diperluas kini usahanya telah didukung oleh lebih dari 40 orang tenaga kerja yang bertugas untuk menangani proses produksi dan distribusi serta diproduksi dalam sebulan mencapai 8000 liter yang dikirim ke berbagai kota di Indonesia.

Meski belum dapat mengekspor produk kombucha karena masa simpan yang relatif singkat, sekitar satu bulan, Mambucha tidak membatasi diri, Anita pun tengah mempersiapkan langkah ekspansi melalui lini skincare alami berbasis fermentasi kombucha, yang dikembangkan khusus untuk menjawab kebutuhan perawatan kulit sensitif, iritasi, hingga peradangan.

Anita memiliki target sejumlah negara sebagai tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Jepang.

“Saat ini memang kami belum bisa ekspor kombucha karena masa simpannya yang hanya satu bulan, tapi melalui skincare ini, kami melihat potensi yang lebih besar untuk menembus pasar internasional,” ujar Anita.

Peran BRI Mendukung Pengusaha Muda

Berkembangnya Mambucha dari dapur rumah hingga memiliki rumah produksi sendiri tentu tak lepas dari semangat belajar dan kolaborasi yang terus dibangun sepanjang perjalanan bisnis dan dalam fase mencari ruang bertumbuh yang lebih luas, Anita menemukan momentum penting melalui program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) yang digagas BRI.

Lewat program tersebut, tak hanya mendapat ilmu dan mentor yang relevan dengan fase bisnisnya, Anita juga sukses mencatatkan prestasi sebagai pemenang Best of the Best kategori Healthcare/Wellness pada 2024 lalu.

Dari program tersebut Anita pun mulai mengenal ekosistem pembinaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan perluasan jejaring strategis.

Anita menceritakan saat itu kondisi bisnis dirinya masih di usia tiga tahun dan ia ikut PMB bukan karena mengejar hadiah, tapi karena ingin belajar lebih banyak, mencari mentor, dan memperluas wawasan.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Anita yakni sesi mentoring bersama para praktisi bisnis dan investor.

Di sinilah Anita menyadari bahwa banyak pelaku UMKM, termasuk dirinya, sering kali terjebak pada label 'kecil'. Namun, di PMB ia didorong untuk bermimpi besar, bahwa UMKM juga bisa menjadi bisnis yang mengubah dunia.

Sejak mengikuti program itu, Anita menceritakan kalau dirinya semakin percaya diri dalam membawa Mambucha naik kelas, lalu membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, hingga membuka peluang lebih besar ke depan.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI terus berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia, baik melalui pembiayaan maupun beragam program pelatihan, pendampingan, serta perluasan akses pasar lewat expo dan pameran.

“Kami ingin memastikan UMKM seperti Mambucha tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing di pasar nasional bahkan global,” kata Dhanny.

Editor : Eka Rahmawati
#bri #Pengusaha Muda BRILian