Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Akselerasi Akses Pembiayaan, BRI Perkuat Peran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Rakyat

Yosep Awaludin • Kamis, 11 September 2025 | 10:21 WIB
BRI saat berpartisipasi dalam Sosialisasi Pembuatan Proposal Bisnis dan Pembiayaan KDKMP.
BRI saat berpartisipasi dalam Sosialisasi Pembuatan Proposal Bisnis dan Pembiayaan KDKMP.

RADAR BOGOR—Sebagai mitra pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus mempercepat penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

BRI baru-baru ini berpartisipasi dalam "Sosialisasi Pembuatan Proposal Bisnis dan Pembiayaan KDKMP".

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi untuk menjadi lebih siap untuk mendapatkan pembiayaan sekaligus mengelola organisasi dengan cara yang profesional.

Di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 9 September 2025, Wakil Menteri BUMN RI Kartiko Wirjoatmodjo, Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris, dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menghadiri langsung acara tersebut.

Menurut Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, kegiatan ini merupakan langkah penting bagi koperasi desa untuk menjadi lebih siap untuk mengelola bisnis secara profesional.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah melalui BUMN akan memberikan koperasi peluang bisnis captive.

“Ke depan, kami berharap koperasi dapat mengembangkan bisnis yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing, seperti penggilingan padi, ekowisata, dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, Kartiko menyatakan bahwa, sesuai dengan instruksi Satuan Tugas (Satgas), pencairan pembiayaan yang ditargetkan dapat dilakukan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2025.

Urgensi ini semakin kuat karena pemerintah terus mendorong KDKMP untuk menjadi terobosan pembiayaan riil dan realistis dengan pengurus yang diawasi secara digital.

"Fokus kebijakan akan diarahkan ke sana dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan. Karena itu, masyarakat desa perlu memastikan program usaha ini terlaksana dengan baik sebelum diajukan ke bank-bank milik negara," katanya.

Agus Noorsanto, Wakil Direktur Utama BRI, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung inisiatif pemerintah dengan membantu pengurus KDKMP dan kepala desa di Jawa Timur melalui pelatihan penyusunan proposal bisnis hingga proses pengajuan pembiayaan ke bank Himbara.

"Tentunya, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak ke depan, karena ini merupakan tanggung jawab bersama stakeholder terkait untuk memberdayakan masyarakat, termasuk dengan dinas koperasi di daerah," ujar Agus Noorsanto.

Selain itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana berharap koperasi dapat berkembang secara mandiri dan meningkatkan daya saing masyarakat.

Dengan dukungan BUMN dan BRI, KDKMP akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. "Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu awal bagi koperasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di masa mendatang," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kehadiran AgenBRILink, yang kini menjadi bagian penting dari operasional koperasi, merupakan salah satu cara nyata BRI mendukung keberlanjutan KDKMP.

Koperasi dapat melakukan berbagai jenis transaksi keuangan, seperti setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan, top-up, hingga cicilan, dengan harga terjangkau melalui jaringan AgenBRILink.

AgenBRILink meningkatkan akses ke layanan keuangan dan memperkuat peran koperasi sebagai pusat ekonomi lokal.

Hingga paruh pertama tahun 2025, diperkirakan akan ada 1,2 juta AgenBRILink di lebih dari 67 ribu desa di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T—Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi membuka Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, pada 21 Juli 2025.

Diketahui bahwa 80.081 KDKMP telah didirikan secara bersamaan dan diizinkan untuk beroperasi di wilayah mereka.

Koperasi ini mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dengan memanfaatkan aset desa atau kelurahan, termasuk aset yang belum digunakan sebelumnya.

Oleh karena itu, diharapkan bahwa KDKMP mampu meningkatkan peran koperasi sebagai pusat operasi ekonomi masyarakat desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Koperasi Desa #bri #pemerintah