Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saham Perusahaan Pembeli Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah, Redupnya Euforia dari Pasar Kripto

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 12 September 2025 | 03:35 WIB
ILUSTRASI : Saham perusahaan yang menyimpan bitcoin dan aset kripto alami penurunan.
ILUSTRASI : Saham perusahaan yang menyimpan bitcoin dan aset kripto alami penurunan.

RADAR BOGOR – Perusahaan-perusahaan yang suka menimbun bitcoin dan aset kripto lain mengalami penurunan tajam harga saham, bahkan ke titik terendah.

Hal itu seiring meredupnya euforia pasar kripto yang sebelumnya mendominasi sepanjang tahun ini.

Model bisnis perusahaan ini biasanya mengandalkan penerbitan saham atau surat utang untuk memperoleh dana segar, yang kemudian dialokasikan membeli bitcoin sebagai cadangan neraca.

Harga saham mereka sempat melonjak seiring rekor harga bitcoin dan dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sektor ini.

Dari Saylor sampai Metaplanet

Koreksi tajam melanda sejumlah perusahaan besar.

Saham Strategy, yang dipimpin Michael Saylor dan dikenal sebagai salah satu pembeli bitcoin terbesar, anjlok dari level puncak 457 dolar AS atau sekitar Rp 7,52 juta (dengan kurs Rp 16.460 per dolar AS) pada Juli menjadi 328 dolar AS atau sekitar Rp 5,39 juta (dengan kurs Rp16.460 per dolar AS) pekan ini.

Itu merupakan yang terendah sejak April. Penurunan tersebut memangkas kenaikan saham sepanjang tahun ini hingga tersisa 13 persen.

Koreksi juga menimpa Alt5 Sigma yang sebelumnya gencar membeli token dalam proyek World Liberty Financial milik Trump.

Harga sahamnya telah turun lebih dari 61 persen sejak Juni, bahkan sebelum kesepakatan senilai 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 24,7 triliun) dengan proyek tersebut diumumkan.

Di Jepang, Metaplanet juga mencatat pelemahan serupa.

Harga sahamnya turun lebih dari 60 persen sejak puncak Juni, meski secara akumulatif masih naik 105 persen sepanjang tahun.

Sementara itu, perusahaan kecil seperti Smarter Web Company di Inggris yang sahamnya sempat meroket setelah mengumumkan strategi membeli bitcoin pada April, kini jatuh lebih dari 70 persen sejak Juni.

Hanya Permainan Volatilitas

Menurut analis Kaiko, Adam McCarthy, fenomena itu sejatinya tidak mengejutkan.

”Skala pembalikan ini sepenuhnya tidak mengherankan. Saham-saham tersebut pada dasarnya hanya permainan volatilitas karena memberikan eksposur berlipat terhadap bitcoin. Jika bitcoin turun 3 persen, harga saham mereka bisa jatuh empat hingga lima kali lipat,” jelasnya.

Kejutan justru dirasakan oleh investor ritel.

”Bagi investor ritel, guncangan ini sering kali sulit diterima sehingga memperburuk penurunan ketika mereka memilih menjual karena takut,” tutur McCarthy.

Kondisi tersebut membuat kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan ini kerap lebih rendah daripada nilai aset kripto yang mereka simpan di neraca.

Lemahnya Fondasi Fundamental

Analis global eToro, Lale Akoner, menegaskan bahwa fenomena tersebut karena lemahnya fondasi fundamental perusahaan.

”Selain eksposur pada bitcoin, sebagian besar perusahaan hanya memiliki fundamental yang terbatas. Itu berarti valuasinya tidak memiliki bantalan yang cukup ketika sentimen pasar dingin,” katanya.

Merembet ke Ether

Fenomena penurunan ini tidak hanya terjadi pada bitcoin, tetapi juga merembet ke aset kripto lain seperti ether.

Saham perusahaan BitMine yang didukung Peter Thiel serta jaringan media gim GameSquare sempat melejit setelah mengumumkan pembelian ether.

Kini keduanya anjlok sekitar 67 persen sejak Juli. (din/dns)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#saham #kripto #bitcoin