Kredit Perumahan Rakyat Capai Rp130 Triliun, Jawa Barat Ditargetkan Serap 40 Persen
Kholikul Ihsan• Jumat, 19 September 2025 | 23:08 WIB
Sosialisasi kredit program perumahan berlangsung di Bandung.
RADAR BOGOR - Program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang digulirkan pemerintah di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendapat antusiasme tinggi di Jawa Barat.
Pada acara sosialisasi yang digelar di Sabuga ITB, Kota Bandung, Kamis, 18 September 2025 kemarin tercatat lebih dari 3.000 peserta dari berbagai ekosistem perumahan hadir, mulai dari pemerintah daerah, pengembang, kontraktor, perbankan, toko bangunan hingga UMKM.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menyebutkan total anggaran untuk Kredit Program Perumahan mencapai Rp130 triliun dan Jawa Barat ditargetkan menyerap antara 30 hingga 40 persen dari total anggaran tersebut.
“Ekosistem perumahan di Jawa Barat sangat kuat, rumah subsidi terbanyak juga ada di provinsi ini, sehingga saya optimis penyerapan KPR Perumahan di Jabar akan menjadi yang terbesar di Indonesia,” ujar Maruarar dalam sambutannya dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar.
Maruarar menjelaskan, skema ini berbeda dari program perumahan sebelumnya karena pemerintah untuk pertama kalinya menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perumahan.
Skema KUR ini menyasar tidak hanya masyarakat sebagai pembeli rumah, tetapi juga kontraktor, developer, hingga toko bangunan, dengan subsidi bunga hingga 5 persen.
“KUR Perumahan adalah terobosan bersejarah, program ini membuktikan keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat untuk memiliki rumah yang lebih layak dengan angsuran terjangkau,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar mengungkapkan rencana peluncuran 25 ribu rumah subsidi yang akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 29 September 2025 mendatang di Bogor.
Program tersebut merupakan bagian dari target besar Program 3 Juta Rumah yang tersebar di 100 lokasi di 35 provinsi.
“Kita ingin tunjukkan bahwa ekosistem dari sisi supply, seperti developer, kontraktor dan toko bangunan, hingga sisi demand yakni masyarakat dan UMKM bisa bergerak bersama, itulah semangat kompak dan solid menuju keberhasilan Program 3 Juta Rumah,” katanya.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menegaskan bahwa Program 3 Juta Rumah merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengatasi kesenjangan kepemilikan rumah di masyarakat.
Melalui kredit dengan bunga ringan dan subsidi rumah, pemerintah ingin memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses ke rumah layak huni dengan cicilan terjangkau.***