RADAR BOGOR - Hotel The Alana Sentul menggelar kompetisi Mix and Bake Tea Mixology and Pastry Pairing untuk mengembangkan produk dari bahan tea.
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Alana, Sentul, Kabupaten Bogor.
Kompetisi ini diikuti sebanyak 27 peserta, 17 peserta tea mixology dan 10 peserta pastry pairing mulai dari Mahasiswa, Bartender dan sebagainya.
Kegiatan ini juga disambut antusias yang tinggi dari para peserta, tamu undangan dan juri.
Diky Widyanto, FB Leader The Alana Sentul menyampaikan, pada kompetisi yang saat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengembangkan produk dari berbahan tea.
Baca Juga: Jalur Khusus Truk Tambang di Parung Panjang Kabupaten Bogor Siap Dibangun, Kapan Rampung?
"Hari ini Hotel Alana kita ada Mix and Bake competition sebenarnya ada dua kompetisi satu mixology tea satu pastry pairing, dua duanya mengutamakan produk tea," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 23 September 2025.
Diky mengatakan, pada kesempatan kompetisi tersebut juga sekaligus untuk mengembangkan kreatifitas para peserta dalam menghasilkan produk dari bahan tea.
"Kita buat sesuatu yang baru bukan hanya sekedar tea kita mixology menggabungkan dari beberapa ingredients yang menimbulkan rasa yang berbeda," jelas dia.
"Ini bagus sekali untuk mengembangkan kreatifitas hotelier," sambung dia.
Bahkan, event kompetisi yang saat ini dilaksanakan baru pertama kali di Bogor dan Jakarta. Sehingga hal ini akan dijadikan sebagai pilot project.
"Jadi memang ini saya anggap pilot project untuk diarea Bogor dan Jakarta, mudah-mudahan akan ada event lagi dan lebih bagus lagi antusiasme nya," imbuh dia.
Baca Juga: Siap-Siap Pemilihan Kepala Desa di Jabar Secara Elektronik atau E-Voting, Diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Untuk itu, Diky berencana event - event seperti ini dalam mengembangkan produk berbahan tea akan kembali dilakukan.
"Saya rasa event-event ini akan coba kita lakukan lagi, sering-sering kita lakukan itu untuk lebih mengembangkan lagi bakat-bakat atau kreatifitas-kreatifitas hotelier," tutur dia.
Oleh karena itu, Diky berharap, kegiatan ini bisa dapat dikembangkan lagi untuk memberikan wadah kreativitas dan memberikan kesempatan bagi vendor memperkenalkan produk yang dimilikinya.
"Jadi saya rasa ini bagus baik untuk industri hotel sendiri untuk hotelier dan juga vendor-vendor karna saling kita berkolaborasi untuk yang baru dan saya rasa ini keuntungan bagi kita semua," ujar dia.
Baca Juga: Ulliam Barros Bersinar: Empat Gol dalam Lima Laga, Jadi Predator Baru Persib Bandung!
Sementara itu salah satu Juri kompetisi, Cakra Virajati menyampaikan, penilaian dilakukan secara profesional.
Terlebih, kata Cakra, penilaian dilakukan mulai dari balancing rasa, tehnik, dan all impression.
"Dari yang kita lihat sama organoleptik itu kaya warnanya bagus ngga, aromanya enak atau tidak," kata dia.
Begitupun, Cakra mengajak dalam kesempatan kompetisi tersebut agar bersama-sama meningkatkan produk bahan tea agar naik kelas.
"Mereka banyaknya coffee shop, bartender, hotelier, dan sebagainya. Mereka akan mengedukasi kepada tamu tamu mereka yang datang ke outlet bahwa cara menyeduh yang baik seperti ini. Yang jelas kita ingin mengangkat teh agar menjadi lebih naik kelas," pungkasnya.(rp2)