Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Inflasi Jawa Barat September 2025 Capai Angka 0,21 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Daging Ayam dan Emas

Kholikul Ihsan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 06:31 WIB
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus saat menyampaikan inflasi Provinsi Jabar pada September 2025 mencapai 0,21 persen.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus saat menyampaikan inflasi Provinsi Jabar pada September 2025 mencapai 0,21 persen.
RADAR BOGOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat laju inflasi bulanan (month to month/mtm) pada September 2025 sebesar 0,21 persen. Sedangkan inflasi tahunan (year on year/yoy) berada di level 2,19 persen.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menjelaskan kenaikan harga daging ayam ras dan emas perhiasan menjadi faktor utama pendorong inflasi pada September 2025.
 
“Permintaan komoditas daging ayam terus meningkat, sementara harga emas terdampak kenaikan harga emas dunia. Hampir semua kelompok pengeluaran pada September mengalami inflasi meskipun dengan besaran yang berbeda,” ungkap Darwis dalam paparan resmi dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar Rabu, 1 Oktober 2025.
 
Baca Juga: 10 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2025, Kesempatan Mendapat Bantuan Ganda, Anda Salah Satunya? 
 
Sejumlah komoditas tercatat memberikan andil inflasi cukup signifikan, di antaranya:
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga menekan laju inflasi, yakni:

Inflasi Per Kelompok Pengeluaran

Jika dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan kenaikan 1,45 persen dan andil inflasi 0,09 persen. Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 0,28 persen dengan andil inflasi sama, yakni 0,09 persen.
 
Adapun rincian inflasi kelompok lainnya:
 
Baca Juga: Kronologi di Balik Konflik Tanah Desa Sukaharja dan Desa Sukamulya Sukamakmur Bogor Diungkap Menteri Desa PDT, Ini Duduk Perkaranya
Kota Tasikmalaya Catat Inflasi Tertinggi
 
Pantauan BPS di 10 kabupaten/kota Jawa Barat menunjukkan seluruhnya mengalami inflasi pada September 2025. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Tasikmalaya sebesar 0,32 persen, sementara inflasi terendah berada di Kabupaten Subang dengan 0,07 persen.
 
Daerah lain yang juga mengalami inflasi, antara lain:
Harga Beras Masih Jadi Sorotan
 
Harga beras di tingkat penggilingan juga menjadi perhatian utama pada periode September 2025. Data BPS menunjukkan rata-rata harga beras naik 0,36 persen dibanding Agustus, yakni sebesar Rp13.640 per kilogram.
 
Baca Juga: Tarif Listrik Tidak Naik sampai Akhir 2025 demi Jaga Daya Beli Masyarakat, Ini Penjelasan PLN
 
Secara rinci, harga beras premium naik 0,79 persen menjadi Rp13.945 per kg, sementara beras medium sedikit turun 0,17 persen ke angka Rp13.306 per kg. Dalam hitungan tahunan, harga beras di penggilingan naik cukup tinggi, yakni 5,47 persen dibanding September 2024.
 
Meski terdapat sejumlah kenaikan harga pada beberapa komoditas, laju inflasi Jawa Barat di bulan September 2025 dinilai masih dalam kondisi terkendali. Tekanan inflasi terutama datang dari kebutuhan konsumsi rumah tangga, khususnya pangan, serta dampak harga emas global.
 
BPS menilai dinamika ini tetap perlu diperhatikan, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya diwarnai dengan naiknya konsumsi masyarakat.***
 

 

Editor : Eka Rahmawati
#jawa barat #september #inflasi