RADAR BOGOR - Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor terus memperkuat penelitian terapan berbasis industri melalui kerja sama strategis dengan PT Sinar Hijau Ventures (SHV).
Kedua pihak menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelaksanaan Program Hibah Hilirisasi Ajakan Industri yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kolaborasi ini menitikberatkan pada penelitian bertajuk “Optimalisasi Teknologi Pengolahan Minyak Kenari Berbasis Ekstraksi Modern dan Jaminan Halal untuk Peningkatan Rendemen dan Kualitas Produk.”
Program ini bertujuan menghadirkan inovasi pengolahan minyak kenari (Canarium indicum) bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat posisi kenari sebagai komoditas halal unggulan Indonesia, baik di sektor pangan maupun kosmetik.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, dan Pengembangan UIKA Bogor, Budi Susetyo mengungkapkan, kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi perguruan tinggi dengan dunia industri.
“Kami ingin universitas tidak terisolasi. Oleh karena itu, kami terus mendorong kemitraan yang luas, termasuk dengan industri, melalui pendekatan Pentahelix Partnership,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat konkret bagi kedua pihak.
“Setelah PKS ditandatangani, kami berharap program ini terealisasi dan mendorong produk menuju HAKI, yang tidak mungkin dicapai tanpa kemitraan yang solid,” tambahnya.
Ketua Tim Peneliti UIKA, Trisiladi Supriyanto, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari program hibah hilirisasi industri, di mana mitra dilibatkan sejak awal proses penelitian.
“PT SHV menetapkan spesifikasi produk yang dibutuhkan. Hal ini sangat strategis karena produk yang dihasilkan berfokus pada Healthy and Halal Foods,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Sinar Hijau Ventures, Dessi Yuliana, menegaskan komitmen perusahaan dalam membuka akses pasar bagi masyarakat pengelola hutan di wilayah Timur Indonesia.
“Kami fokus membangun hub-hub kecil di sekitar kawasan hutan untuk mempermudah masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses pasar,” ungkapnya.
Kerja sama ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi dan industri dalam mengembangkan inovasi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan produk halal dan ramah lingkungan, kolaborasi ini juga mendukung pembangunan ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat hutan.
Dengan inisiatif ini, UIKA Bogor menegaskan komitmennya sebagai universitas riset Islam berdaya saing global yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, selaras dengan visi UIKA 2040. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim