RADAR BOGOR - Jagat Review baru-baru ini memperlihatkan sebuah eksperimen perakitan PC Desktop dengan anggaran yang sangat fantastis, mencapai angka Rp200 juta.
Dikutip dari YouTube Jagat Review, komputer high-end ini dirakit oleh Agres berkolaborasi dengan Gainward, menampilkan komponen-komponen yang secara tegas disebut sebagai "rata kanan" atau top-tier.
Proyek ini bertujuan untuk menunjukkan potensi maksimal dari sebuah rig dengan dana yang tidak terbatas, menantang ekspektasi tentang apa yang dapat dilakukan oleh sebuah mesin desktop.
Jantung dari rakitan PC monster ini adalah konfigurasi dual Graphics Card, menggunakan dua buah NVIDIA GeForce RTX 5090, yang masing-masing dibekali VRAM 32GB GDDR7.
Ditambah lagi, PC ini ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 9000 Series dengan 16 core dan didukung memori RAM sebesar 128GB.
Untuk penyimpanan, tersedia SSD masif berkapasitas total 16TB, yang memastikan kecepatan transfer data super cepat dan ruang yang berlimpah untuk segala jenis proyek dan game terbaru.
Meskipun spesifikasi ini sudah pasti menjamin pengalaman gaming yang sangat mulus pada resolusi 4K dengan pengaturan grafis maksimal, filosofi utama di balik perakitan PC ratusan juta ini bukanlah sekadar untuk bermain game saja.
PC desktop ini secara spesifik dirancang untuk skenario "mencari duit" atau sebagai mesin produktivitas profesional yang mampu menghasilkan pendapatan.
Ini bukan rig yang dibangun untuk membuang-buang uang, melainkan sebuah investasi pada performa kerja.
Keputusan untuk menggunakan dua kartu grafis didasarkan pada kebutuhan kerja, mengingat teknologi NVIDIA SLI sudah tidak lagi didukung pada seri RTX 50.
Konfigurasi dua graphics card ini memang tidak akan meningkatkan frame rate dalam game, tetapi ia akan menunjukkan keunggulannya yang signifikan dalam aplikasi-aplikasi profesional .
Dalam aplikasi desain 3D gratis seperti Blender, penggunaan dua graphics card terbukti mampu mempercepat proses rendering secara drastis, mengurangi waktu yang dibutuhkan hingga 42% saat menggunakan CUDA dan 46% dengan OptiX.
Peningkatan efisiensi waktu rendering yang sangat signifikan ini tentu saja krusial bagi profesional yang bekerja dengan deadline ketat.
Proses penyerahan hasil kerja kepada klien dapat dilakukan jauh lebih cepat, meningkatkan produktivitas.
Aplikasi editing video seperti DaVinci Resolve Studio versi berbayar juga mengizinkan pemanfaatan dua kartu grafis atau lebih untuk mempercepat proses editing dan export.
Meskipun dalam skenario pengujian ekspor video 8K tidak memperlihatkan percepatan yang besar, kemampuan PC ini untuk menangani video beresolusi sangat tinggi tanpa hambatan menunjukkan keandalannya sebagai alat kerja profesional di bidang multimedia.
Salah satu keunggulan terbesar konfigurasi dual GPU adalah kemampuannya untuk menjalankan dua pekerjaan berat secara bersamaan tanpa saling mengganggu performa secara signifikan.
Contohnya, PC ini dapat melakukan rendering 3D pada GPU pertama, sementara GPU kedua digunakan untuk export video resolusi tinggi.
Bahkan, memungkinkan pengguna untuk bermain game sambil menunggu hasil render atau export selesai di background, menjadikan PC ini mesin multitasking yang efisien.
Kartu grafis Gainward GeForce RTX 5090 Phantom GS yang digunakan dilengkapi dengan GPU NVIDIA Blackwell, 21.760 CUDA core, Ray Tracing generasi keempat, dan Tensor core generasi kelima.
Fitur Ray Tracing yang disimulasikan menyerupai pencahayaan dunia nyata, membuat tampilan grafis game menjadi jauh lebih realistis, bahkan pada game lama seperti Half-Life 2 dengan mod RTX. Kemampuan ini memastikan kualitas visual terbaik untuk kerja dan hiburan.
Kemampuan AI pada RTX 5090 mencapai 3.352 TOPS, jauh lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya, menjadikannya sangat ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan AI.
Kemampuan ini dimanfaatkan untuk aplikasi AI seperti Stable Diffusion (ComfyUI) untuk membuat gambar dengan mudah hanya melalui prompt teks dalam hitungan detik.
Selain itu, fitur AI De-noising di Blender dan AI Magic Mask di DaVinci Resolve Studio juga sangat terbantu, meningkatkan kualitas dan kecepatan kerja.
Untuk para gamer kompetitif, PC ini dibekali fitur NVIDIA Reflex yang dapat menurunkan latensi input saat bermain game, memberikan respons yang lebih cepat dari keyboard atau mouse.
Sementara bagi gamer yang gemar streaming atau merekam gameplay, encoder AV1 pada RTX 50 Series telah ditingkatkan, menawarkan kualitas gambar yang lebih baik pada bit rate yang sama. Bahkan tersedia mode AV1 ultra high quality untuk kualitas visual yang lebih superior.
Aplikasi pendukung NVIDIA Broadcast membawa kemampuan webcam dan mikrofon ke tingkat yang lebih canggih, menambahkan fitur seperti background blur, noise removal, dan bahkan Virtual Key Light.
Fitur Virtual Key Light secara digital dapat membuat tampilan di kamera terlihat lebih terang seolah-olah disorot lampu tambahan, sangat berguna untuk streaming atau meeting profesional.
Aplikasi ini juga dilengkapi Studio Voice untuk kualitas perekaman suara yang mendekati kualitas studio.
Komponen inti lainnya termasuk prosesor AMD Ryzen 9 9950X3D (16 core, 32 thread) dan motherboard Asus ROG Crosshair X870E Extreme. RAM yang digunakan adalah Team Treate Expert DDR5 6400MHz, yang totalnya mencapai 128GB.
Sistem pendingin CPU mengandalkan Cooler Master MasterLiquid Atmos 2 360, all-in-one liquid cooler, sementara power supply FSP Hydro PTM Pro 1650W memastikan daya yang stabil dan memadai untuk seluruh komponen buas ini.
Secara keseluruhan, PC desktop Rp200 juta ini jelas dirancang untuk mereka yang membutuhkan performa tanpa kompromi, terutama para desainer 3D, editor video 8K, dan developer AI yang aplikasinya mendukung dual graphics card.
PC ini membuktikan bahwa dengan investasi yang besar, pengguna mendapatkan mesin pencari uang yang sangat efisien dan juga rig gaming 4K yang super lancar.
Ini adalah pilihan ideal bagi profesional yang ingin segera tancap gas tanpa harus pusing merakit komponen. (Arif/BSI)