Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menjaga Kualitas Pembiayaan KPR Subsidi untuk Meningkatkan Akses Hunian Terjangkau, Begini Strategi BRI

Yosep Awaludin • Senin, 20 Oktober 2025 | 09:27 WIB
BRI terus memperkuan posisi sebagai bank penyalur utama KPR Subsidi
BRI terus memperkuan posisi sebagai bank penyalur utama KPR Subsidi

RADAR BOGOR—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus memperkuat posisinya sebagai bank penyalur utama Kredit Pemilikan Rumah atau KPR Subsidi di Indonesia.

Program BRI ini dalam upaya mendukung program Asta Cita, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang layak dan murah.

Langkah ini menunjukkan komitmen BRI untuk meningkatkan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sambil mempertahankan kualitas portofolio kreditnya yang konsisten.

Hingga akhir Agustus 2025, BRI telah memberikan KPR Subsidi kepada 107.244 penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan utang total sebesar Rp14,65 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 97% berasal dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang juga membantu Program 3 Juta Rumah pemerintah untuk memberi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akses mudah ke pembiayaan perumahan.

Menurut Hery Gunardi, Direktur Utama BRI, BRI selalu menerapkan prinsip kehati-hatian saat memberikan KPR Subsidi.

Setiap pengajuan kredit melalui proses evaluasi yang ketat untuk memastikan bahwa calon debitur memenuhi semua persyaratan.

“Dalam bank yang memberikan kredit, tentunya ada evaluasi dan ketentuan yang harus dipenuhi. Nah, atas dasar itu, kita juga melihat realitasnya, dan kita tahu mana yang memang bisa, mana yang belum bisa,” katanya.

Metode ini juga sangat penting untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat, seperti yang ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL atau Non Performing Loan) KPR Subsidi BRI yang tetap stabil.

Dalam hal pendanaan, BRI berkomitmen untuk mendukung pembiayaan perumahan rakyat. Pada triwulan II 2025, likuiditas BRI berada dalam kondisi kuat dan memadai dengan LDR 84,97%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ada cukup ruang likuiditas untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Selain itu, tambahan likuiditas pemerintah sebesar Rp55 triliun juga meningkatkan kemampuan BRI untuk memberikan pembiayaan hunian bersubsidi.

Akibatnya, Hery mengakui bahwa pembiayaan perumahan masih merupakan masalah yang signifikan. Ini terutama berlaku karena ada sekitar 10 juta unit backlog perumahan di segmen masyarakat menengah ke bawah.

Namun, salah satu tantangan yang paling sering dihadapi adalah calon nasabah tidak memahami prosedur pengajuan dan cara mendapatkan pembiayaan.

Hery mengatakan bahwa sosialisasi dan kemudahan calon nasabah untuk melakukan pengajuan dan mendapatkan pembiayaan adalah kuncinya.

Dengan lebih dari 7.000 kantor cabang di seluruh Indonesia, BRI memiliki kemampuan untuk mempercepat penyebaran layanan pembiayaan ke daerah terpencil, kata Hery.

Dengan jaringan yang luas ini, masyarakat dan calon nasabah dapat dengan mudah mendapatkan informasi, mengajukan pembiayaan, dan menikmati layanan perbankan terbaik.

Hery Gunardi menyimpulkan bahwa keunggulan ini menjadikan BRI sebagai mitra strategis pemerintah untuk mempercepat realisasi program perumahan rakyat dan pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bri #KPR BRI #Asa Cita