Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Dukung Akad Massal KUR 800 Ribu Debitur dan Peluncuran Kredit Program Perumahan, Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

Eka Rahmawati • Kamis, 23 Oktober 2025 | 20:09 WIB
Akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800 ribu debitur dan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) di Surabaya, Jawa Timur.
Akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800 ribu debitur dan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) di Surabaya, Jawa Timur.

RADAR BOGOR – BRI mendukung pelaksanaan akad massal KUR sebanyak 800 ribu debitur serta peluncuran Kredit Program Perumahan demi mewujudkan pemerataan kesejahteraan rakyat.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat lewat dukungan terhadap akad massal KUR di Surabaya, Jawa Timur Selasa, 21 Oktober 2025 lalu.

Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah RI Maman Abdurrahman, Menteri Perlindungan Pekerja Migran RI Mukhtarudin, Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Tak hanya pelaksanaan kegiatan yang dihadiri pengusaha UMKM secara langsung, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh debitur KUR dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah mendorong KUR untuk menjadi instrumen penting dalam menumbuhkan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Ketiga dalam hal ini penciptaan lapangan kerja berkualitas serta pengembangan kewirausahan yang jadi salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Tahun ini pemerintah akan mendorong dan menargetkan penyaluran KUR bisa mencapai Rp300 triliun dan tentu harapannya usaha-usaha produktif biasanya mempekerjakan 3 sampai 5 tenaga kerja, tentu ini akan menambah jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor entrepreneurship,” ujar Airlangga.

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, sampai dengan akhir September 2025 BRI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur atau setara 74,40 persen dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran KUR BRI didominasi sektor produksi yang terdiri dari pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya dengan porsi sebesar 64,31 persen dari total penyaluran.

Sektor pertanian jadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp58,37 triliun atau setara 44,83 persen dari total KUR yang disalurkan BRI dan hal tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan akad massal KUR dan peluncuran KPP.

Menurut Hery langkah ini sejalan dengan komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan dalam menggerakan roda ekonomi kerakyatan.

“BRI menyambut baik pelaksanaan akad massal KUR bagi 800 ribu debitur dan peluncuran KPP sebagai bentuk sinergi lintas sektor untuk memperkuat pengusaha UMKM dan memajukan ekosistem perumahan secara menyeluruh,” ujar Hery.

BRI pun berkomitmen mendukung program pemerintah melalui akses pembiayaan yang menyentuh sektor-sektor yang memberi daya ungkit besar terhadap ekonomi rakyat.

"BRI meyakini bahwa inisiatif ini akan menjadi katalis penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambah Hery.

BRI juga ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan, program ini pun disalurkan melalui dua sisi yang mana dari sisi supply pembiayaan diberikan kepada UMKM berupa individu atau badan usaha yang bergerak sebagai pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi, dan/atau pengusaha bahan bangunan.

Kemudian dari sisi demand, pembiayaan diberikan kepada UMKM berupa individu atau badan usaha untuk keperluan pembelian rumah, pembangunan rumah, dan/atau renovasi rumah.

BRI kata Hery akan terus mengambil peran strategis dalam mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui penyaluran pembiayaan yang prudent dan berkelanjutan, BRI juga aktif mendorong pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan semangat Asta Cita untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh dan merata di seluruh penjuru negeri,” ujar Hery.

Editor : Eka Rahmawati
#akad massal #kur #bri