Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Pertumbuhan Industri Fesyen Nasional Lewat Program Inkubasi, Cetak Brand Lokal Berdaya Saing Global

Gabriel Anderson Nainggolan • Senin, 3 November 2025 | 07:58 WIB
Bootcamp 1 Program Inkubasi Fesyen oleh Kementerian Ekonomi Kreatif
Bootcamp 1 Program Inkubasi Fesyen oleh Kementerian Ekonomi Kreatif

RADAR BOGOR — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat subsektor fesyen nasional melalui Program Inkubasi Fesyen.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth atau mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Program inkubasi tersebut dirancang untuk membina para pelaku usaha fesyen lokal agar naik kelas, mulai dari penguatan desain, riset tren pasar, hingga pengelolaan brand dan strategi pemasaran digital.

Peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi dan mentor industri berpengalaman.

Direktur Fesyen Kemenekraf, Romi Astuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya membangun ekosistem usaha fesyen yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar jenama lokal memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Program yang salah satunya dijalankan di wilayah Jabodetabek ini meliputi proses kurasi, bootcamp intensif, hingga fasilitasi photoshoot dan pembuatan katalog produk bagi peserta.

Dengan kurikulum komprehensif, peserta diharapkan mampu memahami rantai nilai industri fesyen dari hulu ke hilir.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut subsektor fesyen sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam ekspor ekonomi kreatif Indonesia dan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku fesyen lokal menjadi prioritas nasional.

Program inkubasi juga membuka kesempatan bagi desainer muda dari enam provinsi besar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur untuk mengembangkan jenama mereka secara profesional.

Bootcamp berlangsung mulai 31 Oktober hingga 3 November 2025 di Hotel The 101 Suryakencana Bogor.

Baca Juga: Syukuran Pembukaan Toko Baru di Jatiasih Kota Bekasi, Alfamart Santuni Anak Yatim

Selain pelatihan, peserta akan mendapatkan akses jejaring bisnis dan kesempatan tampil dalam pameran nasional tanpa biaya.

Pendekatan ini diharapkan membantu mereka memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkuat identitas budaya dalam desain yang dihasilkan.

Kemenekraf menargetkan lahirnya merek-merek fesyen baru yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki model bisnis berdaya saing global.

Dengan begitu, subsektor ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif terkemuka di Asia Tenggara.

Bagi pelaku fesyen di daerah seperti Bogor maupun Jawa Tengah, program ini membuka peluang besar untuk belajar dan berkembang, meski masih dihadapkan pada tantangan akses internet, infrastruktur, serta keterbatasan jejaring pemasaran.

Pemerintah diharapkan turut memperkuat dukungan di wilayah nonmetropolitan agar pemerataan manfaat dapat tercapai.

Dengan peluncuran program ini, Kemenekraf menegaskan kembali arah pembangunan ekonomi kreatif nasional bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada industri konvensional, tetapi juga pada kreativitas, kolaborasi, dan inovasi anak bangsa di sektor fesyen.***

TANDA SYUKUR: Pemotongan tumpeng yang dilakukan Bagus Susetyo didampingi Andi Sri Juliarty sebagai bentuk syukur atas HUT Ke-75 IDI.
TANDA SYUKUR: Pemotongan tumpeng yang dilakukan Bagus Susetyo didampingi Andi Sri Juliarty sebagai bentuk syukur atas HUT Ke-75 IDI.
BOLEH BANGGA: Penyerahan hadiah kepada juara Fun Run 5K.
BOLEH BANGGA: Penyerahan hadiah kepada juara Fun Run 5K.
Editor : Eli Kustiyawati
#Program Inkubasi Fesyen #ekonomi kreatif #Kemenekraf #fesyen