Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri UMKM dan Raffi Ahmad Dukung Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik dari BRI Peduli Yok Kita Gas

Yosep Awaludin • Selasa, 18 November 2025 | 11:14 WIB
BRI meluncurkan program Yok Kita Gas dengan menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM) di Gambir Expo Kemayoran.
BRI meluncurkan program Yok Kita Gas dengan menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM) di Gambir Expo Kemayoran.

RADAR BOGOR—Dengan program BRI Peduli Yok Kita Gas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya untuk mengatasi masalah sampah dan menjaga lingkungan.

Di area acara musik rakyat Koplo Keliling (KOPLING) 2025 di Gambir Expo Kemayoran dari 8 hingga 9 November 2025, BRI meluncurkan program Yok Kita Gas dengan menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM).

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, hadir secara langsung di booth RVM BRI Peduli, yang diselenggarakan Kementerian UMKM RI dan BRI.

Keduanya mendukung upaya dan inovasi BRI untuk mendidik masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Pengunjung diminta untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan menyerahkan botol plastik ke RVM BRI Peduli selama kegiatan.

Setiap botol plastik yang dimasukkan akan menghasilkan poin, yang dapat ditukar dengan saldo uang secara digital melalui platform Plasticpay.

Dhanny, Corporate Secretary BRI, mengatakan bahwa penyediaan RVM di lokasi acara menunjukkan kepedulian dan komitmen BRI untuk mengatasi masalah sampah di kota dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pengunjung diminta untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan menyerahkan botol plastik ke RVM BRI Peduli selama kegiatan.

Setiap botol plastik yang dimasukkan akan menghasilkan poin, yang dapat ditukar dengan saldo uang secara digital melalui platform Plasticpay.

Acara musik seperti ini memiliki potensi pengunjung yang besar, jadi tepat untuk mengedukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah.

"Sebuah botol plastik bernilai Rp1.300 di acara KOPLING 2025 kemudian dikonversi ke saldo e-wallet melalui Plasticpay," kata Dhanny.

RVM BRI Peduli berhasil mengumpulkan 56,1 kg sampah botol plastik dari 109 transaksi selama dua hari acara. Ini mengurangi 297.000 gram jejak karbon dan menyelamatkan 47,40 m2 lahan.

Menurut Dhanny, BRI Peduli telah menempatkan 8 (delapan) unit RVM di berbagai lokasi strategis di Jakarta sejak peluncurannya pada tahun 2024.

Dengan partisipasi 2.349 masyarakat pengguna dan lebih dari 42 ribu transaksi, keberadaan RVM BRI Peduli berhasil mengumpulkan 4.281,4 kg botol plastik.

Melalui inovasi ini, BRI mengurangi 22.666.248 gram jejak karbon dan menyelamatkan 3.617,44 meter persegi tanah dari pencemaran.

Tidak hanya inovasi ini mendorong masyarakat untuk mendaur ulang secara langsung, tetapi juga mengubah cara orang melihat sampah.

"Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna sekarang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Selain itu, ia menyatakan bahwa salah satu bukti komitmen BRI untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang selaras dengan agenda pembangunan nasional, adalah pengumpulan botol plastik melalui RVM BRI Peduli.

Selain itu, program ini mendukung Asta Cita Pemerintah, yang berfokus pada penguatan keselarasan kehidupan manusia dengan alam, budaya, dan lingkungan.

Sebagai informasi, BRI Peduli Yok Kita Gas adalah inisiatif pertama BRI dalam pengelolaan sampah terintegrasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan menerapkan prinsip sistematis, menyeluruh, berkesinambungan, dan berkelanjutan.

Program ini dilaksanakan dalam dua bentuk utama. Yang pertama adalah Yok Kita Gas di pasar konvensional.

Yang kedua adalah lokasi terpisah, seperti Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di daerah padat penduduk, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Kegiatan ini memberikan manfaat kepada masyarakat, seperti peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, peningkatan keterampilan memilah sampah dari rumah, dan kemampuan untuk mengelola limbah rumah tangga sendiri. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Yok Kita Gas #bri #sampah