Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KIK EBA Syariah dari BRI Manajemen Investasi Hadir Perdana di Bursa Efek Indonesia

Yosep Awaludin • Minggu, 23 November 2025 | 09:21 WIB
BRI Manajemen Investasi menghadirkan Produk KIK EBA Syariah di BEI.
BRI Manajemen Investasi menghadirkan Produk KIK EBA Syariah di BEI.

RADAR BOGOR - Produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) perdana tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI).

Pencatatan ini sekaligus menandai hadirnya KIK EBA Syariah pertama di sektor infrastruktur yang tercatat di BEI, dengan total nilai penerbitan BRI di BEI sebesar Rp1,95 triliun dan peringkat AAA dari Pefindo.

Produk baru, yang disebut KIK EBA Syariah BRI - MI Jakarta Lingkar Barat Satu (BJLB1), menandai kemajuan dalam investasi syariah di pasar modal nasional.

Selain itu, kehadiran itu menunjukkan minat pasar yang meningkat terhadap instrumen investasi alternatif yang didasarkan pada prinsip syariah.

sekaligus memperkuat posisi BRI Group dalam mendukung pasar modal syariah, yang kini menjadi sumber pembiayaan strategis untuk pembangunan infrastruktur nasional.

Acara pencatatan, yang akan berlangsung Senin 10 November 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, dihadiri oleh perwakilan BEI dan sejumlah mitra strategis.

Di antaranya, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) berfungsi sebagai pencipta, Maybank Indonesia berfungsi sebagai bank kustodian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berfungsi sebagai agen penampungan, dan BCA Sekuritas berfungsi sebagai penata laksana.

Tina Meilina, Direktur Utama BRI Manajemen Investasi, mengatakan pencatatan KIK EBA Syariah ini merupakan kemajuan besar yang menegaskan posisi BRI-MI sebagai pionir dalam pengembangan investasi Syariah yang berintegritas dan berkelanjutan.

"Pencatatan KIK EBA Syariah BRI-MI JLB di bursa membuktikan bahwa prinsip Syariah, transparansi, dan nilai ekonomi dapat berjalan bersama dalam satu instrumen investasi yang kredibel," kata Tina Meilina.

Selain itu, diharapkan pencatatan KIK EBA Syariah BRI-MI JLB akan membantu mempercepat pertumbuhan instrumen keuangan syariah di Indonesia yang masih memiliki potensi ekspansi yang besar.

Melalui hal ini, BRI-MI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem investasi Syariah di negara ini dan mendukung inisiatif pemerintah untuk mewujudkan pembiayaan berkelanjutan yang inklusif dan moral.

Memperluas layanan keuangan terintegrasi di seluruh segmen dan meningkatkan sinergi antar entitas dalam Grup adalah tujuan BRI-MI yang sesuai dengan rencana perusahaan induk.

Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 yang diadakan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis 30 Oktober 2025, Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menyatakan bahwa BRI terus berkomitmen meningkatkan inklusi dan literasi keuangan yang lebih luas dan terintegrasi yang dilakukan secara grup.

Agus menyatakan bahwa sinergi dengan perusahaan anak merupakan komponen penting yang memperkuat BRI sebagai satu kesatuan entitas, untuk memberikan layanan keuangan secara menyeluruh dan mendukung pencapaian kinerja keuangan secara grup.

Agus Noorsanto menyatakan bahwa strategi integrasi dan kolaborasi antar unit bisnis semakin optimal berkat kontribusi positif dari entitas Perusahaan Anak BRI Group yang telah berjalan.

Sebagai informasi, kinerja sepuluh perusahaan anak BRI, termasuk BRI-MI, menunjukkan hasil yang baik dan memberikan kontribusi positif terhadap BRI.

Total aset Perusahaan Anak BRI tumbuh 15,0% per tahun menjadi Rp244,5 triliun hingga akhir Triwulan III 2025.

Dalam hal profitabilitas, laba bersih Perusahaan Anak BRI meningkat 27,6% setiap tahun, menjadi Rp8,2 triliun.

Kinerja luar biasa ini memungkinkan Perusahaan Anak BRI Group untuk memberikan kontribusi aset sebesar 11,5% dari total aset konsolidasi BRI dan kontribusi laba sebesar 19,9% dari total laba konsolidasi BRI. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bursa efef indonesia #bri #investasi