Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tim Dosen IPB University Ubah Limbah Kulit Kopi Ciwidey: dari Sampah Jadi Solusi Pakan Ternak Berkelanjutan

Rani Puspitasari Sinaga • Rabu, 26 November 2025 | 15:14 WIB
Tim dosen IPB University di Ciwidey berikan pelatihan mengubah limbah kulit kopi jadi pakan ternak.
Tim dosen IPB University di Ciwidey berikan pelatihan mengubah limbah kulit kopi jadi pakan ternak.

RADAR BOGOR - Dosen pulang kampung kembali dilakukan para tim dosen IPB University, di Ciwidey, dengan memberikan sosialisasi mengenai pengolahan limbah kopi jadi pakan ternak.

 

Desa Margamulya, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, menjadi lokasi sosialisasi dosen pulang kampung IPB University yang diketuai oleh Prof Yuli Retnani, mengenai olahan kulit kopi yang bisa dijadikan pakan ternak.

Alasan tim dosen pulang kampung IPB University ke Ciwidey ini, disebutnya karena bertahun-tahun warga tersebut memiliki masalah limbah kopi yang tidak diselesaikan. Padahal, bisa dijadikan pakan ternak.

Mereka hanya mengambil biji kopi saja. Sementara limbah kulitnya, dibiarkan jadi sampah yang menumpuk selama bertahun-tahun.

Penumpukan limbah tersebut pun tentu menimbulkan polusi udara yang tidak mengenakan alias bau busuk. Juga menyebabkan pencemarah lingkungan.

Tapi kini, kata dia, perubahan soal pemanfaatan limbah tersebut sudah terlihat, akibat kerja sama IPB University dan juga BUMDes setempat.

Wawan Wiwaha Insan, Direktur BUMDes Raharja Margamulya pun mengungkapkan, bahwa kolaborasi dengan IPB mengenai pengelolaan limba perkembutan dan pertanian menjadi bisnis yang menjanjikan.

Apalagi, pengelolaan ini menjadi tambahan para warga yang mayoritas adalah petani kopi, sekaligus berternak.

Dia juga membeberikan, bahwa setiap harinya, ada 60 persen limbah kulit kopi yang dihasilkan dari proses pengelolaah kopi di sana. Atau dengan berat sekitar 5 ton per hari.

Jika dikalikan sebulan, sudah terkumpul kurang lebih 150 ton limbah kulit kopi. Makanya, sekarang, lanjut dia, dengan kolaborasi tersebut, limbah itu bisa menjadi pakan yang berkualitas.

Apalagi prosesnya pun sederhana, tidak mengeluarkan biaya tambahan yang besar.

Caranya hanya mengeringkan kulit kopi dengan sinar matahari hingga kadar airnya menurun, kemudian digiling menggunakan mesin grinder hingga berbentuk mash.

Produk akhir ini digunakan sebagai campuran pakan kambing, menggantikan sebagian kebutuhan pakan tambahan seperti konsentrat yang harganya lebih mahal. Peternak cukup memberikan pakan kulit kopi ini secara bergantian dengan hijauan.

Lainnya, setelah diteliti oleh tim dosen IPB University, kandungannya pun baik untuk pakan kambing. Meski masih perlu pengaturan dosis agar tidak melebihi ambang batas serat kasar.

Selain itu, tentu limbah di wilayah desa tidak lagi menumpuk dan menyebabkan berbagai pencemaran.

Hingga kini, pihak BUMDes pun tengah menyiapkan produksi pakan dari limbah kulit kopi dengan skala yang lebih besar.

Sebab, Ciwidey ditargetkan menjadi desa percontohan pengolahan limbah kopi berkelanjutan di Indonesia, yang dapat ditiru oleh daerah penghasil kopi lainnya seperti Garut, Temanggung, atau Aceh Gayo.

Dengan inovasi ini, limbah yang dulunya dianggap masalah kini berubah menjadi berkah bagi peternak dan lingkungan desa. Model bisnis ini juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat meningkatkan pendapatan desa melalui produksi dan penjualan pakan berbahan kulit kopi.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#Ciwidey #pakan ternak #kopi #ipb university