RADAR BOGOR – Industri perhotelan di Kota Bogor mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada akhir 2025. Namun, kinerjanya masih belum mampu menyamai capaian tahun sebelumnya, meski pemerintah telah melonggarkan aturan kegiatan bagi instansi pemerintahan di hotel.
Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan situasi sepanjang 2025 lebih baik dibandingkan awal hingga pertengahan tahun.
Kendati begitu, performa okupansi dan pendapatan masih berada di bawah 2024.
“Jika dibandingkan awal tahun dan pertengahan tahun, memang lebih baik. Namun kalau dibandingkan dengan tahun lalu, masih di bawah sekitar 15 sampai 20 persen,” kata Yuno saat dikonfirmasi, Senin 8 Desember 2025.
Yuno menjelaskan, pemulihan terjadi berkat dua faktor utama: mulai bergeliatnya kembali kegiatan pemerintahan yang memakai fasilitas hotel, serta meningkatnya kunjungan wisatawan. Meski demikian, kinerjanya belum kembali normal.
Sepanjang 2025, tingkat okupansi hotel di Kota Bogor berada di angka rata-rata 63 persen.
Angka ini naik dari periode awal tahun yang sempat melemah akibat efisiensi besar-besaran dari berbagai instansi.
Terkait pola kunjungan tamu, Yuno menyebut bahwa akhir pekan masih menjadi faktor pendorong utama meningkatnya okupansi.
“Secara rata-rata 63% okupansi hotel. Weekend lebih tinggi (dibanding hari biasa),” ujarnya.
Sebelumnya, penurunan pendapatan membuat industri perhotelan di Bogor mengalami tekanan berat.
Bahkan, dua hotel sempat menutup operasional karena tak mampu menanggung biaya operasional di tengah minimnya penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
Situasi mulai membaik setelah Kementerian Dalam Negeri mengizinkan kembali sejumlah kegiatan instansi pemerintah dilaksanakan di hotel.
Kebijakan ini, kata Yuno, menjadi stimulus penting untuk menjaga pergerakan ekonomi sektor perhotelan.
Meski belum sepenuhnya pulih, pelaku industri berharap tren positif sepanjang akhir 2025 dapat berlanjut pada tahun depan, terlebih dengan mulai padatnya agenda kegiatan lembaga dan meningkatnya minat wisatawan berlibur di Kota Bogor. (uma)
Editor : Alpin.