RADAR BOGOR - Pengelolaan kawasan konservasi tidak hanya berfokus pada perlindungan flora dan fauna, tetapi juga memastikan keberlanjutan fungsi ekologi, mitigasi perubahan iklim, serta pengurangan risiko bencana.
Selain itu, pengelolaan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan.
Dilansir dari YouTube TVR Parlemen, Komisi IV DPR RI berkomitmen mendorong kebijakan perlindungan dan pemanfaatan taman nasional agar dilaksanakan secara berkeadilan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem.
Kawasan hutan dinilai memiliki potensi ekonomi yang signifikan apabila dikelola dengan benar, terutama melalui pengembangan sektor wisata berbasis konservasi.
"Hutan tetap lestari, masyarakat di sekitar hutan mendapat dampak ekonomi ini. Nah ini kan sudah jalan di sini. Kita lihat ya mobil-mobil Jeep. Saya tanya tadi Jeepnya di sini ada 1500. Itu belum lagi nanti yang UMKM kecil-kecil, hotel, penginapan tanpa harus merusak hutan," kata Herry Dermawan, anggota komisi IV DPR RI/F-PAN/JABAR X.
Pengembangan kawasan wisata di wilayah hutan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Aktivitas ekonomi yang tumbuh, seperti transportasi wisata, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), penginapan, hingga perhotelan, diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat tanpa merusak kawasan konservasi.
Salah satu contoh pengelolaan kawasan konservasi yang dinilai berhasil adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Kawasan ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata dapat berkembang pesat tanpa mengorbankan kelestarian hutan.
Mobilitas wisata, jasa transportasi lokal, serta berbagai usaha pendukung tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi strategis nasional dengan nilai ekologis tinggi.
Kawasan ini berperan penting dalam menjaga ekosistem pegunungan, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjadi ruang hidup adat bagi masyarakat Tengger yang secara turun-temurun berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan kawasan.
Melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, kawasan konservasi diharapkan mampu menjadi pilar pelestarian alam sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, tanpa mengurangi fungsi utama hutan sebagai penyangga kehidupan.***
Editor : Eli Kustiyawati