RADAR BOGOR - Konsistensi menjaga kualitas produk dan disiplin menerapkan standar operasional menjadi kunci keberhasilan banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Hal itu tercermin dari perjalanan Siomay Bogor Abah Uki, produsen makanan beku asal Bogor, yang sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan hingga menembus pasar nasional.
Usaha kuliner yang dirintis sejak 2008 ini membukukan pertumbuhan bisnis hingga 150 persen pada kuartal IV 2025.
Lonjakan tersebut didorong oleh ekspansi jaringan pemasaran serta kolaborasi strategis dengan sejumlah korporasi nasional dan program pemerintah.
Pada awal 2025, Siomay Bogor Abah Uki resmi menjadi pemasok untuk dua jaringan kedai kopi berskala nasional.
Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk memperluas segmen pasar, mulai dari katering hingga ritel modern.
“Kolaborasi dengan jaringan nasional menjadi validasi penting bagi kami. Ini menunjukkan bahwa produk UMKM lokal mampu masuk ke rantai pasok yang lebih besar dan terstruktur,” ujar Lucky Irawan, pendiri Siomay Bogor Abah Uki, Rabu 31 Desember 2025.
Seiring meningkatnya permintaan, manajemen melakukan penguatan dari sisi internal. Investasi diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas produksi.
Seluruh tim produksi mendapatkan pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Pengolahan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), termasuk aspek higiene dan sanitasi.
Transformasi juga dilakukan pada dapur produksi. Kapasitas harian yang semula hanya sekitar 5.000 pcs, kini meningkat menjadi 20.000 pcs per hari, atau naik empat kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Selain penguatan internal, eksistensi Siomay Bogor Abah Uki kian diperkuat melalui partisipasi dalam berbagai pameran berskala nasional.
Di antaranya BRI Export, KAI Expo, IPXpose Indonesia, Trade Expo Indonesia, hingga IFBC Expo.
Keikutsertaan dalam ajang-ajang tersebut membuka akses ke jejaring bisnis yang lebih luas.
Puncak capaian terjadi di penghujung 2025, ketika Siomay Bogor Abah Uki berhasil menandatangani perjanjian kerja sama dengan salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia setelah melalui proses kurasi dan verifikasi yang ketat.
“Kerja sama ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk,” kata Lucky.
Di sisi lain, Abah Uki juga mengambil peran dalam program sosial-ekonomi pemerintah.
Perusahaan ini tercatat menjadi pemasok dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan mendukung lebih dari 25 dapur MBG di berbagai wilayah.
Keterlibatan tersebut turut berkontribusi pada peningkatan volume penjualan sepanjang tahun.
Atas kinerja dan kontribusinya, Siomay Bogor Abah Uki meraih penghargaan “SME of The Year 2025” dari CEO Bisnis Forum, sebagai pengakuan atas pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan berorientasi kualitas.
Memasuki 2026, manajemen menargetkan ekspansi ke pasar regional dengan tetap mempertahankan cita rasa khas Bogor yang menjadi identitas utama produk.
“Ekspansi penting, tapi menjaga rasa dan kualitas tetap menjadi fondasi kami,” pungkas Lucky.
Untuk diketahui, Sejak didirikan pada 2008, Siomay Bogor Abah Uki berkembang dari usaha rumahan menjadi produsen frozen food modern yang telah mengantongi sertifikasi CPPOB dari BPOM.
Produk unggulannya meliputi siomay, batagor, tahu walik, dimsum, dan tahu bakso dengan resep turun-temurun khas Bogor.(ded)
Editor : Alpin.