Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh untuk Percepatan Pemulihan Pasca Bencana

Yosep Awaludin • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:47 WIB
BRI turut mendukung pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh.
BRI turut mendukung pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh.

RADAR BOGOR - Sebagai bagian dari Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, terus berkomitmen untuk membantu pemulihan pasca bencana di wilayah Sumatera.

Untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, BRI turut mendukung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) melalui kerja sama Danantara Indonesia dan dalam payung BUMN Peduli.

BRI dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya membantu pembangunan Huntara ini melalui pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik.

Huntara sedang berkembang pesat sejak dimulai pada 24 Desember 2025. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk diserahkan lebih lanjut kepada warga terdampak.

Pembangunan akan dilanjutkan hingga 15.000 unit dalam tiga bulan mendatang untuk memastikan bahwa keluarga yang terdampak secara langsung memiliki hunian layak sementara.

Semua Huntara dibangun sesuai dengan standar hunian darurat, yang mencakup struktur yang aman, akses air bersih, fasilitas sanitasi, listrik, dan dukungan medis.

Kawasan hunian juga memiliki fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, dan akses internet gratis untuk mendukung aktivitas sosial.

Presiden Republik Indonesia Prabowo menyatakan saat berkunjung ke Aceh Tamiang pada Kamis Januari 2026 bahwa negara ingin segera mengurangi penderitaan orang.

"Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat," kata Presiden Prabowo.

Menurut Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini dicapai berkat kerja keras dan kerja sama lintas pihak, terutama berkat peran aktif BUMN dalam membantu eksekusi di lapangan.

Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk memenuhinya.

Untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak, BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah.

Rosan juga menekankan bahwa Huntara merupakan bagian dari langkah pemulihan yang lebih besar daripada solusi jangka pendek.

"Kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama karena huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Kolaborasi BUMN yang bergerak cepat di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan program payung BUMN Peduli menghasilkan pembangunan tahap pertama Huntara.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan untuk pembangunan, dan tujuh BUMN Karya mengerjakan ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan modular, dengan PT Hutama Karya (Persero) bertindak sebagai koordinator lapangan.

bersama PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).

PT PLN (Persero), yang menjamin ketersediaan listrik, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang menyediakan konektivitas komunikasi di wilayah Huntara, masing-masing meningkatkan dukungan infrastruktur dasar.

Melalui Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan memastikan proses pembangunan berjalan berkelanjutan. Selain itu, Himbara juga berfokus pada pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan disiplin eksekusi dan kekuatan kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan BUMN untuk mencapai target waktu yang ketat.

Menurutnya, pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas.

BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara bersamaan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun.

Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan terus berjalan sesuai rencana.

"Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan," katanya.

Dhanny, Corporate Secretary BRI, menyatakan bahwa partisipasi BRI dalam pembangunan Huntara merupakan bagian dari komitmen nyata BRI untuk membantu pemulihan pascabencana.

Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut membantu program ini untuk mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah yang terkena bencana.

Kawasan Huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti toilet dan fasilitas sanitasi.

Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana.

"Melalui kontribusinya dalam pembangunan Huntara ini, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen," kata Dhanny.

Sebelumnya, BRI Group telah melakukan 40 operasi tanggap darurat di berbagai daerah Sumatera dengan bantuan sepuluh pos bencana.

Di antara bantuan yang diberikan adalah 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, dan 950 paket kit keselamatan.

Selain itu, dukungan logistik terdiri dari 600 unit hunian sementara (huntara), 10 tenda, dan 1.680 unit kasur dan selimut.

Selain itu, BRI Group membantu aspek kesehatan dan sanitasi dengan mengirimkan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan.

Serta mengirimkan lima perahu karet ke daerah yang terdampak banjir. Secara keseluruhan, 100.250 orang telah mendapat manfaat dari program ini.

Selain itu, beberapa posko bencana yang didirikan BRI juga memiliki layanan kesehatan dasar, dapur umum, distribusi logistik, dan program Trauma Healing Anak yang rutin dilakukan dengan mitra komunitas.

Diharapkan posko ini dapat berfungsi sebagai pusat pemulihan terpadu bagi masyarakat, terutama anak-anak, selama masa kritis setelah bencana. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Rumah Hunian Danantara #bri #Pasca Bencana