Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

UMKM Busana Muslim Asal Tangerang Ini Buktikan Kekuatan Produk Lokal di Kancah Internasional Lewat Pemberdayaan BRI 

Yosep Awaludin • Minggu, 4 Januari 2026 | 09:40 WIB
YUSUF.IND, produk UMKM busana muslim yang dimiliki oleh Hendra Mochamad Yusuf.
YUSUF.IND, produk UMKM busana muslim yang dimiliki oleh Hendra Mochamad Yusuf.

RADAR BOGOR—Indonesia adalah salah satu pusat pakaian muslim terbesar di dunia. Dengan munculnya banyak merek lokal dan kedatangan merek internasional, persaingan di industri ini semakin ketat. Oleh karena itu, untuk bertahan dan berkembang, UMKM lokal harus memiliki ciri khas yang jelas.

YUSUF.IND, yang dimiliki oleh Hendra Mochamad Yusuf, adalah salah satu UMKM yang dapat memenuhi kebutuhan ini.

Yusuf melihat, meskipun masih banyak produk UMKM lokal berkualitas tinggi yang tersedia pada tahun 2022, mereka menghadapi kesulitan bersaing karena tidak memiliki identitas yang kuat.

Sebaliknya, masalah limbah fesyen dan dampak fast fashion UMKM terhadap lingkungan menjadi fokus utama Yusuf saat membangun bisnisnya.

"Banyak produk lokal benar-benar bagus, tetapi tidak memiliki tempat yang kuat.YUSUF.IND hadir untuk menjawab semua tantangan dengan meningkatkan keberlanjutan mode dan memberikan desain kontemporer," kata Yusuf.

Salah satu ciri khas YUSUF.IND adalah penggunaan tenun Baduy yang dipadukan dengan gaya modern, elegan, dan penampilan yang bernuansa Arabic.

Di antara palet warna yang dipilihnya, ada hitam yang elegan, biru Baduy yang khas, dan warna-warna alami.

Setiap karya menceritakan tentang suku Baduy, memperkuat identitas merek dan mendukung pelestarian budaya dan pengembangan wisata lokal.

Selain menawarkan desain yang luar biasa, YUSUF.IND berkomitmen untuk melestarikan budaya dengan mendorong penjahit lokal dan menggunakan limbah kain untuk produk turunan.

YUSUF.IND telah dipasarkan di banyak kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, Palembang, Samarinda, dan Yogyakarta selama dua tahun.

Produknya mulai menarik pembeli dari negara lain melalui pengiriman pesanan ke Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Hong Kong.

"Di seluruh Indonesia, penjualan dilakukan melalui jaringan reseller. Setelah itu, kami mengoptimalkan di pasar dan media sosial," ujarnya.

Menurutnya, kapasitas produksi YUSUF.IND saat ini berkisar antara 200 dan 400 item per bulan, dan penjualan meningkat secara signifikan selama musim Ramadan.

Yusuf juga mengatakan bahwa keberhasilannya didukung oleh ekosistem pendampingan UMKM BRI, dan dia akan mengikuti Rumah BUMN Jakarta pada tahun 2023.

Setelah itu, YUSUF.IND terus mengikuti berbagai program pelatihan dan pemberdayaan BRI, termasuk Growpreneur by BRI pada 2024 untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar.

Yusuf mengatakan bahwa dia mendapatkan banyak manfaat dari pendampingan, termasuk pelatihan tentang branding, keuangan, dan persiapan ekspor.

Serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran seperti BRI UMKM EXPO(RT) untuk memperluas jejaring pembeli, komunitas UMKM, dan mentor bisnis.

"Pendampingan BRI membantu kami meningkatkan kualitas manajemen usaha sekaligus memperluas eksposur produk ke pasar yang lebih luas. Kami juga mendapatkan peluang pembiayaan untuk scale-up usaha. Ini sangat berarti bagi perkembangan jangka panjang YUSUF.IND," kata Yusuf.

Pada kesempatan lain, Dhanny, Corporate Secretary BRI, menyatakan bahwa BRI akan terus memperkuat perannya dalam membantu UMKM naik kelas.

“BRI berkomitmen mendukung UMKM melalui pendampingan, pelatihan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar. Upaya ini kami jalankan secara berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing sampai ke level global,” katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #produk #merek lokal