Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Durian Beku Indonesia Resmi Tembus Pasar Tiongkok, Ekspor Perdana 23 Ton Mendarat di Pelabuhan Qinzhou

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:05 WIB

 

ILUSTRASI : Durian diekspor ke Tiongkok.
ILUSTRASI : Durian diekspor ke Tiongkok.

RADAR BOGOR - Indonesia mencatat sejarah baru dalam perdagangan hortikultura internasional.

Untuk pertama kalinya, durian beku produksi dalam negeri berhasil masuk secara resmi ke pasar Tiongkok.

Ekspor perdana tersebut tiba di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, dan membuka peluang lebih besar bagi produk pertanian bernilai tambah Indonesia di salah satu pasar terbesar dunia.

Pengiriman awal berupa 23 ton durian beku dari PT Amerta Nadi Agro Cemerlang, Sulawesi Tengah, dengan nilai USD 123,84 ribu atau setara sekitar Rp 2,08 miliar.

Komoditas itu mendarat di Tiongkok pada 6 Januari 2026 dan menandai dimulainya ekspor langsung durian beku Indonesia ke Negeri Tirai Bambu.

Atase Perdagangan RI di Beijing, Budi Hansyah menjelaskan, keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap kualitas hortikultura Indonesia.

Ia mengatakan, durian beku yang dikirim telah memenuhi seluruh standar otoritas Tiongkok, mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga mutu produk.

Budi menuturkan, ekspor tersebut telah mendapat persetujuan Badan Karantina serta melalui proses kepabeanan dan karantina sesuai aturan di Tiongkok.

Hal ini, menurutnya, semakin memperkuat kepercayaan pemerintah Tiongkok terhadap sistem jaminan mutu produk pertanian Indonesia.

Setelah masuk pasar, durian beku Indonesia akan diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi, seperti daging durian beku, durian kering, freeze dried durian, hingga pasta durian.

Melihat potensi besar pasar Tiongkok, Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha untuk memperluas ekspor produk olahan durian agar daya saing Indonesia semakin meningkat.

Direktur PT Amerta Nadi Agro Cemerlang, I Putu Agus Candranata menjelaskan, pemerintah memberikan pendampingan mulai dari informasi pasar, fasilitasi komunikasi dengan calon pembeli, hingga pengurusan dokumen ekspor.

Ia juga menyebutkan bahwa masuknya durian beku Indonesia melalui Pelabuhan Qinzhou dinilai sangat strategis karena pelabuhan tersebut merupakan gerbang utama perdagangan buah Tiongkok–ASEAN, dengan layanan kepabeanan cepat, fasilitas pemeriksaan modern, serta konektivitas logistik menuju berbagai wilayah pedalaman.

Saat ini, Pelabuhan Qinzhou mengoperasikan puluhan rute pelayaran ASEAN.

Dengan pengembangan infrastruktur termasuk proyek Terusan Pinglu, biaya logistik produk pertanian diperkirakan dapat turun hingga 30 persen.

Secara keseluruhan, hubungan perdagangan Indonesia–Tiongkok terus menunjukkan penguatan. Pada periode Januari–November 2025, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 138,34 miliar atau tumbuh 12,52 persen secara tahunan.

Ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar USD 60,30 miliar.

Ekspor durian beku ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas ekspor hortikultura Indonesia secara berkelanjutan. (agf/dio)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#indonesia #tiongkok #Durian Beku #durian